Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya enam orang di Jalur Gaza dalam sejumlah insiden terpisah pada hari Selasa, menurut pejabat kesehatan setempat. Kekerasan terbaru ini kembali menekan gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku sekitar lima bulan lalu dan dimediasi Amerika Serikat.
Petugas medis mengatakan serangan di Jabalia, wilayah utara Gaza, menewaskan sedikitnya tiga orang. Serangan lain di Khan Younis, selatan Gaza, menewaskan seorang ayah dan anaknya, menurut keterangan yang disampaikan otoritas kesehatan.
Serangan di wilayah selatan menambah korban
Pada malam hari, serangan udara Israel menghantam sekelompok warga Palestina di dekat pos pemeriksaan polisi di kawasan Mawasi, Gaza selatan. Sedikitnya satu orang tewas dan delapan lainnya আহত dalam insiden tersebut, kata pejabat kesehatan.
Tidak ada komentar langsung dari pihak Israel mengenai rangkaian insiden itu. Hingga laporan ini disusun, rincian dari militer Israel juga belum memberikan penjelasan publik terkait target serangan di tiga lokasi tersebut.
Gencatan senjata kembali dipertanyakan
Hamas dan Israel saling menuduh melanggar gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut tembakan Israel telah menewaskan sedikitnya 700 orang sejak gencatan senjata itu dimulai.
Di sisi lain, Israel mengatakan empat tentaranya tewas dalam serangan militan di Gaza pada periode yang sama. Perbedaan klaim ini menunjukkan betapa rapuhnya kesepakatan yang seharusnya menahan eskalasi perang di wilayah pesisir tersebut.
Konflik meluas di luar Gaza
Ketegangan di Gaza juga berlangsung bersamaan dengan konflik lain yang melibatkan Israel. Israel dan Amerika Serikat kini terlibat dalam konfrontasi dengan Iran, sementara pasukan Israel juga memasuki Lebanon selatan dalam kampanye baru melawan Hezbollah yang didukung Iran.
Situasi regional yang saling terhubung ini membuat upaya deeskalasi di Gaza semakin sulit. Setiap serangan baru berpotensi memicu balasan dan memperlebar risiko konflik di Timur Tengah.
Data penting dari laporan Reuters
- Sedikitnya enam orang tewas dalam serangan Israel di Gaza pada hari Selasa.
- Tiga korban tewas di Jabalia, utara Gaza.
- Seorang ayah dan anak tewas di Khan Younis, selatan Gaza.
- Satu orang tewas dan delapan luka-luka di kawasan Mawasi.
- Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 700 orang tewas sejak gencatan senjata dimulai.
Perang Gaza yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 orang di Israel dan 251 orang disandera, menurut data Israel. Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza menyebut lebih dari 72.000 warga Palestina telah tewas dalam kampanye militer Israel, dengan sebagian besar korban disebut warga sipil.
