Israel Kembali Hantam Lebanon, Jalur Utama ke Suriah Ditutup Militerurang

Serangan Israel di Lebanon kembali menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Minggu, sehari setelah militer Israel mengancam akan menyerang penyeberangan perbatasan utama Lebanon dengan Suriah hingga jalur itu ditutup. Eskalasi terbaru ini memperlebar tekanan militer Israel di Lebanon selatan dan mengganggu salah satu rute penting untuk pergerakan warga serta distribusi barang.

Ketegangan di perbatasan juga meningkat karena Israel menyatakan operasi darat dan serangan udara akan diperluas terhadap Hizbullah. Di sisi lain, Lebanon menghadapi dampak kemanusiaan yang makin berat, dengan lebih dari 1.400 orang tewas sejak perang dimulai, termasuk 126 anak, serta lebih dari satu juta orang mengungsi menurut otoritas Lebanon.

Serangan udara menghantam Beirut dan wilayah selatan

Salah satu serangan di kawasan Jnah, Beirut, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 52 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Serangan itu terjadi sekitar 100 meter dari Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri, rumah sakit publik terbesar di Lebanon, sehingga sempat memicu kepanikan di fasilitas medis tersebut.

Wakil kepala rumah sakit, Zakaria Tawbeh, mengatakan pihaknya menerima empat korban tewas dan 31 orang terluka dari serangan itu. Ia juga menyebut banyak kaca pecah dan sejumlah pasien mengalami serangan panik akibat ledakan yang terjadi di dekat rumah sakit.

Di kawasan Ain Saadeh, timur Beirut, serangan ke sebuah bangunan apartemen menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya. Serangan lain di Kfar Hatta, Lebanon selatan yang jauh dari perbatasan dengan Israel, menewaskan tujuh orang, termasuk seorang anak perempuan berusia empat tahun.

Israel menegaskan operasi terhadap Hizbullah akan diperluas

Kepala militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir pada hari Minggu mengunjungi pasukan di Lebanon selatan dan berjanji akan meningkatkan serangan terhadap Hizbullah. Pernyataan itu menandakan bahwa Israel belum menunjukkan tanda-tanda mengendurkan operasi di wilayah perbatasan.

Israel telah melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Lebanon dan memulai invasi darat di selatan sejak kelompok bersenjata Hizbullah masuk ke perang Timur Tengah di pihak Iran. Perang tersebut terus meluas dan menambah risiko bagi warga sipil di area yang berada dekat garis kontak militer.

Hizbullah pada hari Minggu mengklaim telah menembakkan rudal jelajah ke sebuah kapal perang Israel di lepas pantai. Namun militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya “tidak mengetahui” adanya insiden seperti itu.

Masnaa ditutup setelah ancaman serangan Israel

Pada hari Sabtu, Israel menyatakan akan menargetkan penyeberangan Masnaa yang menjadi jalur utama antara Lebanon dan Suriah. Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengatakan Hizbullah menggunakan penyeberangan itu untuk tujuan militer dan penyelundupan perlengkapan tempur.

Adraee juga meminta warga meninggalkan area tersebut karena serangan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pihak Lebanon di sisi perbatasan kemudian mengevakuasi pos penyeberangan itu dengan cepat, sementara otoritas Suriah menyebut jalur tersebut hanya digunakan warga sipil dan menutupnya sementara karena ancaman Israel.

Masnaa punya posisi penting bagi perdagangan kedua negara dan menjadi gerbang utama warga Lebanon menuju kawasan lain di Timur Tengah. Penutupan jalur ini mendorong banyak orang mencari rute alternatif, termasuk melalui penyeberangan Qaa di utara, tempat antrean kendaraan terlihat mengular pada hari Minggu.

Dampak kemanusiaan makin terasa di lapangan

Serangan di Beirut menambah rasa takut warga yang sudah berulang kali terdampak perang. Nancy Hassan, warga Jnah berusia 53 tahun, mengatakan ledakan terjadi setelah ia sempat mengira dirinya aman di rumahnya.

Ia mengaku pesawat melintas di atas kawasan itu sebelum suara ledakan besar terdengar dan batu-batu berjatuhan. Hassan juga mengatakan putrinya tewas dalam serangan Israel di wilayah yang sama saat perang Lebanon-Israel pada 2024, sehingga trauma warga terus berulang dari satu gelombang serangan ke gelombang berikutnya.

Di sekitar posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon, atau UNIFIL, situasi juga masih rawan. UNIFIL memperingatkan bahwa serangan Israel dan Hizbullah di dekat posisi mereka bisa memicu tembakan balasan dan memperbesar risiko bentrokan yang tidak disengaja.

Poin utama eskalasi terbaru

  1. Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon pada hari Minggu.
  2. Serangan di Beirut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 52 orang.
  3. Israel mengancam penyeberangan Masnaa, lalu jalur itu ditutup sementara.
  4. Hizbullah mengklaim menyerang kapal perang Israel, tetapi militer Israel membantah mengetahui insiden itu.
  5. Otoritas Lebanon menyebut lebih dari 1.400 orang tewas sejak perang dimulai, termasuk 126 anak.

Presiden Lebanon Joseph Aoun kembali mendesak adanya perundingan dengan Israel agar bagian selatan Lebanon tidak hancur seperti Gaza. Ia mengatakan negosiasi perlu ditempuh untuk menyelamatkan rumah-rumah yang belum rusak di tengah meningkatnya tekanan militer di perbatasan selatan.

Exit mobile version