Seorang bandar narkotika yang dijuluki “Ketamine Queen” dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas perannya dalam kematian bintang “Friends”, Matthew Perry. Jasveen Sangha mengaku bersalah atas lima dakwaan narkotika yang terkait dengan pasokan ketamin yang berujung pada kematian aktor itu.
Hakim federal di Los Angeles menjatuhkan hukuman tersebut setelah mempertimbangkan peran Sangha dalam jaringan distribusi ketamin ilegal dan fakta bahwa Perry meninggal pada usia 54 tahun di rumahnya di Los Angeles. Dalam sidang itu, Sangha menyatakan penyesalan dan berkata, “I take full responsibility for my actions. These were horrible choices that ultimately proved tragic.”
Peran Sangha dalam kasus kematian Matthew Perry
Jaksa menyebut Sangha menjalankan “stash house” untuk narkotika ilegal dari rumahnya di North Hollywood. Ia juga mengakui menjual 51 vial ketamin kepada perantara, Erik Fleming, yang kemudian menyalurkannya ke asisten pribadi Perry, Kenneth Iwamasa.
Menurut jaksa, Iwamasa lalu menyuntikkan sedikitnya tiga kali ketamin dari vial itu kepada Perry, yang akhirnya kehilangan kesadaran dan tenggelam di jacuzzi rumahnya pada 28 Oktober 2023.
Fakta penting dari persidangan
- Sangha mengaku bersalah atas lima dakwaan narkotika federal.
- Ia mengakui mengetahui vial yang dijualnya ditujukan untuk Perry.
- Jaksa menilai ia tetap menjual narkotika ilegal selama enam bulan setelah kematian Perry.
- Ujian hukumnya berakhir dengan vonis 15 tahun, sesuai rekomendasi jaksa federal.
- Ia sempat menghadapi ancaman hukuman maksimal 65 tahun penjara.
Ketamine adalah anestesi kerja singkat yang juga memiliki efek halusinogen. Obat ini kadang dipakai secara medis untuk depresi dan gangguan psikologis lain, tetapi juga populer sebagai narkotika pesta ilegal.
Mengapa hukuman ini menjadi sorotan
Sangha menerima hukuman yang lebih berat dibanding dua dokter yang sudah lebih dulu dijatuhi hukuman dalam kasus yang sama. Dua terdakwa lain, yaitu Fleming dan Iwamasa, belum dijatuhi vonis, sementara dokter Mark Chavez dan Salvador Plasencia sudah mengaku bersalah atas pelanggaran narkotika.
Plasencia dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara, sedangkan Chavez mendapat delapan bulan tahanan rumah.
Perdebatan soal keringanan hukuman
Pihak pembela meminta hakim hanya menghitung masa tahanan yang sudah dijalani Sangha sejak penangkapannya pada 2024, sekitar satu tahun delapan bulan. Tim kuasa hukum menyebut Sangha juga memiliki masalah penyalahgunaan zat sendiri dan mengklaim ia telah bersih dari narkotika sejak penangkapannya.
Namun hakim menolak argumentasi itu dan menilai Sangha masih menjual narkotika ilegal selama berbulan-bulan setelah Perry meninggal, yang menunjukkan kurangnya penyesalan pada saat itu.
Riwayat ketergantungan Perry yang jadi latar kasus
Matthew Perry selama bertahun-tahun terbuka soal perjuangannya melawan kecanduan, termasuk pada masa popularitasnya sebagai Chandler Bing di serial “Friends”. Ia juga menulis memoar “Friends, Lovers, and the Big Terrible Thing” yang memaparkan perjuangannya melawan ketergantungan pada obat resep dan alkohol.
Menurut otoritas federal, Perry sempat menjalani infus ketamin yang diawasi secara medis untuk depresi dan kecemasan, lalu menjadi kecanduan. Saat dokter menolak menaikkan dosis, ia disebut mencari penyedia yang bersedia memanfaatkan ketergantungannya demi keuntungan finansial.
Pernyataan keluarga dan posisi terdakwa lain
Keith Morrison, ayah tiri Perry yang juga jurnalis penyiaran, menyampaikan pernyataan korban di persidangan. Ia mengatakan Perry seharusnya masih punya banyak kesempatan lain dalam hidup dan kariernya.
“Semua kemungkinan itu mati bersamanya. Seharusnya dia masih punya babak lain, dua babak lagi,” kata Morrison. Pernyataan itu menambah bobot emosional dalam sidang yang menyoroti dampak kecanduan, penyalahgunaan obat, dan jaringan pasokan ilegal yang berujung fatal.
Sangha kini resmi menjalani hukuman 15 tahun, sementara proses hukum terhadap terdakwa lain dalam kasus kematian Matthew Perry masih berjalan dan diperkirakan terus menarik perhatian publik karena melibatkan nama besar Hollywood, penyalahgunaan ketamin, serta perdebatan soal tanggung jawab dalam rantai distribusi narkotika ilegal.
