Iran Tarik Napas Lega, Semua Pihak Klaim Menang Saat Gencatan Senjata Dimulai

Di Tehran dan sejumlah kota besar Iran, banyak warga akhirnya bisa menarik napas lebih lega setelah gencatan senjata diumumkan di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Meski ketegangan belum hilang sepenuhnya, jeda serangan ini telah mengurangi tekanan mental akibat bombardemen harian yang selama ini membayangi kehidupan sipil.

Suasana di ibu kota mulai sedikit berubah pada hari pertama gencatan senjata dua pekan yang disepakati Iran dan AS dengan mediasi Pakistan. Lalu lintas kembali terlihat di beberapa ruas jalan pada siang hari, sementara negosiasi untuk kesepakatan yang lebih panjang dijadwalkan dimulai di Islamabad pada Jumat.

Warga Iran sambut jeda tembak, tapi masih waspada

Tehran masih jauh dari hiruk-pikuk normalnya, meski kota berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa itu mulai menunjukkan tanda-tanda aktivitas kembali. Sistem pertahanan udara juga sempat diaktifkan beberapa kali sejak gencatan senjata diumumkan pada malam sebelumnya, tetapi belum ada laporan mengenai dampak serangan atau penjelasan resmi atas aktivasi itu.

Di ruang-ruang publik, dari kafe di pusat kota hingga taman keluarga, warga membicarakan satu hal yang sama: apakah gencatan senjata ini akan bertahan. Seorang pria muda mengatakan bahwa situasi terlihat lebih tenang karena pihak Israel disebut mulai membuka kembali wilayah udaranya, merujuk pada pengumuman otoritas Israel bahwa penerbangan akan kembali beroperasi dari Bandara Ben Gurion.

Namun, rasa optimistis itu tidak dirasakan semua pihak. Sebagian warga justru khawatir setelah dua pulau penting di selatan Iran diserang pada Rabu pagi dan fasilitas minyak ikut terkena dampak, meski pihak pelaku masih belum jelas.

Serangan berlanjut di tengah klaim kemenangan

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone di provinsi selatan Fars. Pada saat yang sama, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain melaporkan serangan rudal dan drone dari Iran, yang menurut televisi negara Iran merupakan balasan atas serangan ke fasilitas minyak setelah gencatan senjata.

Tehran juga menegaskan kesiapan untuk memulai kembali operasi militer jika kembali diserang. Pernyataan itu menunjukkan bahwa gencatan senjata masih rapuh dan sangat bergantung pada perkembangan di lapangan dalam beberapa hari ke depan.

Sebelum gencatan senjata berlaku, Israel disebut meningkatkan serangan pada jam-jam terakhir, termasuk menghantam pos listrik, jembatan, dan jaringan kereta api. Serangan udara juga menargetkan Iranian Aluminium Company di Arak, yang merusak fasilitas produksi aluminium terbesar di negara itu.

Tekanan ekonomi Iran ikut jadi sasaran

Serangan Israel tidak berhenti pada infrastruktur transportasi dan energi. Pada hari yang sama, pabrik baja dan perusahaan petrokimia Iran juga dibom secara luas, sehingga berhenti beroperasi dan menambah tekanan pada ekonomi yang sudah rapuh.

Dampaknya terasa bukan hanya pada sektor industri, tetapi juga pada kehidupan warga yang berjumlah lebih dari 90 juta orang. Ketika listrik, jalur transportasi, dan fasilitas produksi terganggu, biaya sosial perang ikut membengkak dan memperluas rasa tidak pasti di tengah populasi sipil.

Di Lebanon, serangan Israel tetap berlanjut meski gencatan senjata telah diumumkan. Lebih dari 250 orang dilaporkan tewas dalam serangan besar pada Rabu, dengan Israel menyatakan targetnya adalah sekutunya Iran, Hezbollah, meski lokasi sipil juga ikut terkena.

Klaim menang dari semua pihak

Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata ini sebagai kemenangan tegas atas Iran saat mengumumkannya. Namun, Jenderal Dan Caine dari militer AS menegaskan bahwa kesepakatan itu hanya jeda, dan operasi tempur bisa dimulai lagi bila tidak tercapai kesepakatan akhir.

Militer AS mengatakan telah menyerang 13.000 target di Iran dalam waktu kurang dari enam pekan perang. Angka itu menegaskan skala konflik yang jauh melampaui bentrokan terbatas dan sudah berubah menjadi perang dengan dampak regional yang luas.

Di Iran, media negara juga menampilkan narasi kemenangan sendiri. Pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi meminta para pendukung paling keras pemerintah untuk tetap percaya pada sistem dan tidak membuat komentar yang dinilai memecah belah.

Apa yang terjadi di Iran setelah gencatan senjata

Berikut sejumlah perkembangan penting yang terjadi setelah gencatan senjata diumumkan:

  1. Aktivitas jalanan mulai kembali di Tehran, terutama pada siang hari.
  2. Sistem pertahanan udara tetap sempat diaktifkan beberapa kali.
  3. Serangan terhadap fasilitas minyak dan infrastruktur masih terjadi di beberapa lokasi.
  4. Iran, AS, dan Israel sama-sama mengklaim telah meraih keuntungan strategis.
  5. Negosiasi lanjutan dijadwalkan dimulai di Islamabad.

Pemerintah Iran juga menggelar berbagai acara pada Rabu dan Kamis untuk menandai 40 hari sejak kematian pemimpin tertinggi sebelumnya. Agenda itu mencakup pawai, sesi doa publik, hingga pemasangan spanduk di berbagai wilayah.

Sebuah video lama berisi pidato Ayatollah Ali Khamenei kembali diputar media yang berafiliasi dengan negara, dengan pesan bahwa para pendukung harus terus bertahan dalam “perlawanan”. Pesan tersebut memperkuat kesan bahwa narasi ketahanan nasional tetap dipertahankan meski situasi politik dan keamanan berubah cepat.

Internet tetap dibatasi dan tekanan domestik belum reda

Di luar perang fisik, warga Iran juga masih menghadapi pembatasan internet yang hampir total. Lalu lintas internet dilaporkan turun hingga 1 persen dari level sebelum perang, menurut pemantau jaringan, sehingga akses informasi dan komunikasi publik ikut terganggu.

Sebagian kecil warga yang bisa terhubung lewat VPN dan proxy menyerukan agar pembatasan itu segera dicabut. Mereka menilai pemadaman internet justru memperburuk ekonomi yang sedang sakit, tetapi pemerintah memberi sinyal bahwa penutupan akan tetap diberlakukan selama dianggap perlu.

Pada saat yang sama, otoritas kehakiman Iran terus mengirimkan sinyal keras kepada pihak yang dianggap menentang negara. Ketua kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei meminta pejabat di bawah kewenangannya untuk menjatuhkan lebih banyak hukuman mati dan penyitaan aset terkait tindakan yang dipandang membantu AS dan Israel.

Dengan gencatan senjata yang baru berjalan dan serangan balasan yang masih terjadi di beberapa titik, banyak warga Iran kini hidup dalam keadaan menunggu. Mereka berharap jeda konflik ini benar-benar bertahan, tetapi sejumlah indikator di lapangan menunjukkan bahwa tekanan militer, politik, dan ekonomi masih jauh dari selesai.

Berita Terkait

Back to top button