Sánchez Kembali Ke China, Spanyol Cari Arah Baru di Tengah Ketegangan Perang Iran

Pedro Sánchez kembali mengunjungi China pada kunjungan keempatnya dalam rentang empat tahun, di saat Madrid berupaya memperdalam hubungan politik dan dagang dengan Beijing. Kunjungan ini berlangsung ketika Eropa masih berusaha mendorong berakhirnya perang AS-Israel di Iran, sementara hubungan Spanyol dengan Washington ikut menegang.

Sánchez juga memakai panggung kunjungan ini untuk menekan peran China di tatanan dunia yang makin multipolar. Saat berbicara di Universitas Tsinghua di Beijing, ia meminta Beijing ikut menjaga hukum internasional dan mendorong berakhirnya konflik di Lebanon, Iran, Gaza, Tepi Barat, serta Ukraina.

Dorongan Spanyol untuk memperluas ruang diplomasi

Pemerintah Spanyol ingin menjaga hubungan yang lebih seimbang dengan kekuatan besar dunia. Madrid menilai kerja sama yang lebih erat dengan China bisa membantu memperkuat posisi Spanyol dalam perdagangan, investasi, dan diplomasi global.

Di saat yang sama, Spanyol masih bergantung pada Uni Eropa dalam kebijakan dagang resmi dengan China. Namun, pejabat Spanyol tetap mendorong lebih banyak investasi Tiongkok dan peningkatan ekspor ke pasar China yang sangat besar.

Kepentingan ekonomi di balik kunjungan

Spanyol membutuhkan bahan baku penting dari China, termasuk komponen untuk energi terbarukan. Negara itu menghasilkan lebih dari setengah listriknya dari sumber terbarukan, sehingga kebutuhan atas panel surya, mineral kritis, dan teknologi hijau terus meningkat.

Hubungan dagang pun masih timpang. Ekspor China ke Spanyol jauh lebih besar dibandingkan ekspor Spanyol ke China, sehingga pemerintah Sánchez melihat peluang untuk menutup kesenjangan itu lewat dialog tingkat tinggi.

Mengapa hubungan Madrid dan Beijing relatif lebih hangat

Jika dibandingkan dengan beberapa negara Uni Eropa lain, Spanyol cenderung lebih lunak terhadap China. Dalam beberapa tahun terakhir, Madrid berusaha menata ulang hubungan dagang agar tidak terlalu bergantung pada satu arah saja.

Data dari American Enterprise Institute menunjukkan investasi China di sejumlah ekonomi besar Uni Eropa seperti Prancis dan Jerman menurun dalam lima tahun terakhir. Namun, investasi China di Spanyol justru naik sejak 2019, meski nilainya masih berada di bawah beberapa negara Eropa lain.

Poin penting dari kunjungan Sánchez ke China

  1. Pertemuan ini menjadi lawatan keempat Sánchez ke China dalam empat tahun.
  2. Agenda utamanya mencakup pertemuan dengan Xi Jinping, Li Qiang, dan Zhao Leji.
  3. Spanyol ingin menarik investasi China dan memperbesar ekspor ke pasar tersebut.
  4. Madrid membutuhkan bahan mentah kritis untuk energi hijau dan transisi dari fosil.
  5. Ketegangan dengan AS membuat dialog Spanyol-China makin penting secara politik.

Tekanan dari perang Iran dan gesekan dengan AS

Kunjungan Sánchez juga tidak bisa dilepaskan dari ketegangan geopolitik yang lebih luas. Spanyol menjadi salah satu pengkritik paling vokal di Eropa terhadap aksi militer AS dan Israel di Timur Tengah, termasuk perang di Iran.

Pemerintah Sánchez bahkan disebut membatasi pemanfaatan wilayah udara Spanyol oleh pesawat AS yang digunakan terkait Iran. Madrid juga menolak penggunaan pangkalan militer bersama di selatan Spanyol oleh Amerika Serikat untuk operasi tersebut.

China melihat Spanyol sebagai mitra yang lebih bersahabat

Bagi Beijing, Spanyol punya nilai strategis sebagai mitra Eropa Barat yang lebih kooperatif. Sikap itu memberi ruang bagi China untuk menjaga hubungan dengan salah satu ekonomi besar zona euro tanpa menghadapi tekanan politik sebesar yang terjadi di negara Eropa lain.

Namun, hubungan yang tidak seimbang tetap menjadi tantangan. Seperti dikemukakan analis politik berbasis di Madrid, Eric Sigmon, hubungan ekonomi memang menjadi inti kerja sama, tetapi kondisi asimetris membuat Spanyol sulit memaksa China memberikan banyak konsesi, terutama dalam isu teknologi dan bidang lain yang diincar Madrid.

Apa yang dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi

Sánchez dijadwalkan berada di China pada 13–15 April dan menggelar pembicaraan dengan tiga tokoh penting di puncak pemerintahan dan parlemen China. Pertemuan dengan Xi, Li, dan Zhao memberi sinyal bahwa Madrid ingin menempatkan hubungan bilateral ini pada level yang lebih serius.

Kunjungan ini juga mengikuti langkah simbolis Raja Felipe VI yang melakukan lawatan resmi ke China pada November lalu. Itu menjadi kunjungan resmi pertama seorang raja Spanyol ke China dalam 18 tahun, yang menegaskan bahwa Madrid memandang Beijing sebagai mitra penting di tengah perubahan geopolitik global.

Exit mobile version