
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan pemerintahnya menangguhkan pembaruan otomatis perjanjian kerja sama pertahanan dengan Israel. Langkah ini menandai perubahan sikap terbaru Roma di tengah memburuknya hubungan dengan salah satu sekutu dekatnya di Eropa.
Keputusan itu muncul setelah Italia mengkritik serangan Israel ke لبنان, yang menurut laporan menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya. Ketegangan juga meningkat setelah tentara Italia yang bertugas di لبنان di bawah mandat PBB terdampak tembakan peringatan Israel hingga sebuah kendaraan mereka rusak.
Meloni ambil jarak dari Israel
Meloni mengatakan pemerintah bertindak sesuai prinsip ketika tidak sepakat dengan suatu hal. Dalam pernyataannya di sela-sela pameran anggur di Verona, ia menegaskan bahwa situasi saat ini membuat pemerintah memutuskan untuk menangguhkan pembaruan otomatis perjanjian pertahanan itu.
Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut keputusan diambil pada hari sebelumnya bersama Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, Menteri Pertahanan Guido Crosetto, dan Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini. Langkah ini menunjukkan adanya koordinasi tingkat tinggi di internal pemerintahan kanan-tengah Italia.
Apa isi perjanjian yang ditangguhkan
Perjanjian tersebut ditandatangani pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Dokumen itu mulai berlaku pada 2006 dan diperbarui otomatis setiap lima tahun, kecuali salah satu pihak menarik diri.
Cakupannya luas dan menyentuh beberapa bidang strategis, termasuk pengadaan, pelatihan, serta impor, ekspor, dan transit peralatan pertahanan dan militer. Berikut ringkasan poin utamanya:
- Pengadaan perlengkapan pertahanan dan militer.
- Pelatihan kerja sama militer.
- Impor, ekspor, dan transit perlengkapan militer.
Israel meremehkan dampaknya
Kementerian luar negeri Israel mengatakan langkah Italia tidak akan mempengaruhi keamanan Israel. Dalam pernyataannya, pihak Israel menyebut tidak ada perjanjian keamanan substantif dengan Italia, melainkan hanya nota kesepahaman yang telah lama ada.
Pernyataan itu menunjukkan Tel Aviv berusaha mengecilkan signifikansi keputusan Roma. Namun, secara politik, langkah Italia tetap terbaca sebagai sinyal bahwa hubungan kedua negara sedang memasuki fase yang lebih dingin.
Tekanan politik dan pergeseran sikap Roma
Italia selama ini dikenal sebagai salah satu sahabat terdekat Israel di Eropa. Meski begitu, dukungan itu mulai retak ketika perang di kawasan terus meluas dan kritik publik terhadap Israel meningkat di sejumlah negara Barat.
Sejarawan politik dari Luiss University di Roma, Lorenzo Castellani, mengatakan langkah Meloni merupakan “reposisi”. Ia menilai Meloni khawatir sebagian pemilih, bahkan dari kubu kanan-tengah, akan semakin kritis terhadap Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, serta terhadap dampak perang itu bagi ekonomi dan situasi kawasan.
Parlemen dan oposisi sudah lama menekan pemerintah
Partai-partai oposisi di Italia telah lama mendesak penghentian kerja sama tersebut. Mereka menilai kerja sama pertahanan dengan Israel tidak sejalan dengan meningkatnya kritik atas operasi militer Israel di kawasan.
Di sisi lain, pemerintah Meloni selama ini menghadapi dilema antara menjaga hubungan strategis dengan Israel dan merespons tekanan domestik yang makin kuat. Kondisi itu membuat keputusan penangguhan pembaruan perjanjian terlihat bukan sekadar teknis diplomatik, melainkan juga langkah politik.
Ketegangan diplomatik yang makin terbuka
Sebelum pengumuman Meloni, Roma memanggil duta besar Israel untuk memprotes insiden yang melibatkan tentara Italia di لبنان. Setelah itu, pemerintah Benjamin Netanyahu juga memanggil duta besar Italia untuk membahas situasi di لبنان.
Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan hubungan diplomatik yang makin tegang di tengah konflik yang belum mereda. Italia kini berada dalam posisi yang lebih hati-hati, sambil berupaya menjaga kepentingan militernya, posisinya di panggung Eropa, dan hubungan dengan sekutu-sekutu utamanya di Timur Tengah serta Barat.









