Kyiv Diguncang Penembakan Brutal, Enam Tewas Termasuk Sandera dari Aksi Pria Asal Moskow

Insiden penembakan brutal mengguncang Distrik Holosiivskyi di Kyiv selatan ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah pejalan kaki dan kemudian menyandera sejumlah orang di sebuah supermarket. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai belasan lainnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyebut pelaku sebagai warga lokal yang bertindak kacau dan sulit diprediksi. Aparat sempat berupaya bernegosiasi sekitar 40 menit, tetapi situasi memburuk setelah pelaku membunuh salah satu sandera di dalam toko.

Kronologi Aksi di Tengah Kota

Menurut keterangan yang disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, empat korban tewas langsung di jalan, sementara seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun meninggal di rumah sakit. Satu korban lain wafat setelah ditembak saat masih berada dalam penyanderaan di supermarket.

Pelaku disebut sempat membakar apartemen pribadinya sebelum memulai serangan. Setelah itu, ia bergerak ke jalanan dan menembak secara membabi buta ke arah orang-orang yang ditemuinya.

Tim negosiator polisi mencoba menenangkan situasi dengan menawarkan bantuan medis, termasuk tourniquet untuk menghentikan pendarahan. Namun, pelaku tidak merespons dan justru melanjutkan aksi brutalnya.

Klymenko mengatakan pihak kepolisian akhirnya mengeluarkan perintah untuk melumpuhkan pelaku setelah sandera dibunuh. Baku tembak yang terjadi kemudian menewaskan pelaku dan mengakhiri penyanderaan.

Pelaku Berasal dari Moskow

Jaksa Agung Ukraina, Ruslan Kravchenko, mengidentifikasi pelaku sebagai pria berusia 58 tahun yang berasal dari Moskow, Rusia. Ia juga diketahui menggunakan senjata otomatis yang terdaftar secara resmi saat melakukan serangan tersebut.

Zelensky mengatakan pria itu telah "cukup lama" tinggal di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Wilayah itu telah lama berada dalam pusaran konflik separatis dan sebagian besar diduduki Rusia.

Hingga kini, motif serangan belum terungkap. Otoritas Ukraina masih menelusuri alasan di balik penggunaan senjata yang terdaftar serta rangkaian peristiwa yang memicu tragedi itu.

Penyelidikan Masih Berjalan

Selain menewaskan enam orang, insiden ini menyebabkan 14 orang terluka. Polisi juga berhasil membebaskan empat sandera lain yang masih terjebak di supermarket setelah pelaku ditembak mati.

Penembakan massal seperti ini tergolong jarang terjadi di Kyiv, meski kota tersebut kerap menjadi sasaran serangan udara dalam perang yang masih berlangsung dengan Rusia. Tragedi di Holosiivskyi kini menjadi salah satu insiden kekerasan paling mematikan di ibu kota Ukraina dalam beberapa waktu terakhir.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button