Turis AS Diduga Dibius Di Homestay India, 2 Pria Ditangkap Polisi

Seorang turis wanita asal Amerika Serikat dilaporkan mengalami pelecehan seksual setelah dibius di sebuah homestay di distrik Kodagu, Karnataka selatan, India. Polisi menyebut dua pria sudah ditangkap dalam kasus ini, termasuk pemilik properti dan seorang anggota staf.

Kasus ini mencuat setelah korban menghubungi Kedutaan Besar AS di Delhi usai berhasil meninggalkan homestay. Dari komunikasi itu, pihak kedutaan meneruskan informasi kepada otoritas setempat sehingga polisi mulai bergerak menangani laporan tersebut.

Peristiwa terjadi di area perbukitan Kutta

Insiden disebut terjadi pekan lalu di desa Kutta, wilayah perbukitan di barat daya Karnataka. Korban dilaporkan menginap di homestay itu selama hampir tiga hari sebelum akhirnya bisa pergi dari lokasi.

Polisi mengatakan korban sempat memberi tahu penghuni homestay bahwa ia akan melanjutkan perjalanan ke tempat lain di negara bagian itu. Setelah keluar dari homestay, ia langsung mencari bantuan melalui jalur diplomatik.

Klaim korban soal minuman yang dicampur obat

Dalam laporan yang diterima polisi, korban menyebut pemilik homestay memberinya minuman yang dicampur obat. Setelah itu, ia diduga kehilangan kesadaran dan kemudian dilecehkan secara seksual oleh seorang pekerja di properti tersebut.

Korban juga menuduh pemilik homestay tidak membantunya menghubungi aparat, bahkan berupaya mencegahnya mencari pertolongan. Laporan media juga menyebut layanan WiFi di properti itu diduga dimatikan selama beberapa hari, yang membatasi akses komunikasi korban ke luar.

Dua orang ditahan, penyelidikan berlanjut

Polisi menginformasikan kepada The Independent pada Rabu, 22 April 2026, bahwa dua tersangka sudah diamankan setelah pengaduan masuk. Pengaduan resmi juga telah didaftarkan berdasarkan pasal-pasal hukum yang relevan.

Kedua pria itu akan tetap ditahan hingga 3 Mei, sementara penyelidikan lanjutan terus dilakukan. Aparat mengatakan pemeriksaan forensik, medis, dan prosedur lain telah dijalankan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Sorotan pada situasi kekerasan seksual di India

Kasus ini kembali menarik perhatian pada tingginya angka kekerasan seksual di India. Mengutip data resmi, polisi mencatat 31.516 kasus pemerkosaan pada 2022, naik 20 persen dari 2021, atau rata-rata hampir 90 kasus per hari.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa satu perempuan diperkosa setiap 18 menit, meski angka sebenarnya diyakini lebih tinggi karena banyak kasus tidak dilaporkan. Stigma terhadap kekerasan seksual disebut masih menjadi salah satu hambatan utama bagi korban untuk melapor ke pihak berwenang.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version