Perang di Timur Tengah memasuki fase baru yang ditandai oleh upaya diplomasi, tekanan ekonomi, dan eskalasi militer yang masih berlanjut di beberapa titik. Di tengah gencatan senjata yang rapuh, Amerika Serikat mengirim utusan ke Islamabad untuk mendorong babak baru negosiasi damai dengan Iran.
Namun, peluang pembicaraan langsung masih belum pasti karena sinyal dari kedua pihak belum sejalan. Sementara itu, serangan Israel di Lebanon kembali menelan korban jiwa meski gencatan senjata dengan Hezbollah masih berlaku.
Utusan AS bergerak ke Islamabad
Utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner menuju ibu kota Pakistan untuk melakukan “in-person conversation” dengan perwakilan Iran. Gedung Putih menyebut langkah itu sebagai upaya membuka jalur negosiasi baru di tengah situasi yang masih sensitif.
Di sisi lain, media pemerintah Iran menyatakan bahwa pembicaraan langsung belum masuk dalam rencana. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga sudah tiba di Islamabad, sehingga pertemuan ini dipantau ketat sebagai salah satu titik penting dalam upaya meredakan ketegangan.
Lebanon kembali diserang meski ada gencatan senjata
Situasi di Lebanon tetap memprihatinkan setelah serangan udara Israel menewaskan enam orang pada Jumat, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Otoritas setempat mengatakan dua orang lainnya घायल atau terluka dalam serangan di Lebanon selatan.
Pernyataan kementerian menyebut serangan itu terjadi meski gencatan senjata masih berlangsung dalam perang yang telah berjalan lebih dari enam pekan antara Israel dan Hezbollah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan intensitas konflik belum sepenuhnya tercapai di lapangan.
Tekanan politik dan ekonomi terhadap Iran meningkat
Amerika Serikat juga memperketat tekanan non-militer terhadap Iran dengan membekukan aset mata uang kripto senilai $344 juta. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan langkah itu dilakukan karena Washington ingin menambah tekanan terhadap Teheran di tengah gangguan pasokan energi akibat perang.
Sikap ini menegaskan bahwa konflik di kawasan tidak hanya berlangsung melalui serangan bersenjata, tetapi juga lewat instrumen keuangan dan sanksi. Kombinasi tekanan semacam ini berpotensi memengaruhi ruang gerak Iran dalam diplomasi yang sedang dibangun.
Spanyol bantah diragukan sebagai anggota NATO
Di tengah eskalasi yang melibatkan Iran, Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan Spanyol adalah anggota NATO yang “reliable”. Pernyataan itu muncul setelah laporan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan opsi untuk menangguhkan status Spanyol karena menolak mendukung operasi militer terhadap Iran.
Reuters melaporkan seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya mengatakan Pentagon telah menguraikan opsi penangguhan dalam email internal. Laporan tersebut memperlihatkan adanya ketegangan di antara sekutu Barat terkait respons mereka terhadap perang US-Israel melawan Iran.
Kuwait bebaskan jurnalis yang sempat ditahan
Di jalur lain yang masih berkaitan dengan dampak perang, seorang jurnalis Amerika-Kuwait telah dibebaskan setelah ditahan selama berminggu-minggu di Kuwait. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan penahanan itu terkait tindakan keras terhadap penyebaran gambar dan video perang US-Iran.
Ahmed Shihab-Eldin, yang pernah berkontribusi untuk The New York Times, PBS, dan Al Jazeera English, ditangkap pada 3 Maret. Ia dituduh menyebarkan informasi palsu, membahayakan keamanan nasional, dan menyalahgunakan ponselnya.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa perang di Timur Tengah terus meluas dari medan tempur ke diplomasi, ekonomi, dan ruang informasi. Dengan negosiasi yang belum pasti, serangan yang masih terjadi, dan tekanan internasional yang terus meningkat, arah situasi kawasan masih sangat bergantung pada langkah berikutnya dari para pihak yang terlibat.
