Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Muscat untuk membahas langkah para mediator dalam mendorong penyelesaian konflik regional. Pertemuan itu menjadi sorotan karena Oman kembali menegaskan perannya sebagai jembatan dialog di tengah ketegangan yang masih membayangi kawasan.
Kantor berita Oman, ONA, melaporkan bahwa pembahasan berfokus pada upaya memperkuat inisiatif mediasi agar membuka peluang resolusi politik yang lebih berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, Sultan Oman juga menekankan pentingnya mengurangi dampak krisis terhadap warga sipil di kawasan.
Dorongan untuk dialog dan diplomasi
Haitham bin Tariq Al Said menyoroti perlunya pendekatan yang mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menghadapi berbagai tantangan regional. Sikap itu sejalan dengan posisi Oman yang selama ini dikenal aktif mendukung penyelesaian damai melalui jalur perundingan.
Araghchi, menurut laporan ONA, menyampaikan apresiasi kepada Oman atas peran mediasi dan dukungannya terhadap penyelesaian konflik secara diplomatik. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Muscat masih dipandang sebagai salah satu kanal penting untuk mendorong komunikasi di tengah situasi yang tidak stabil.
Latar ketegangan yang masih membayangi kawasan
Pembahasan antara kedua pejabat berlangsung di tengah rangkaian eskalasi yang sebelumnya memicu kekhawatiran baru di kawasan. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang disebut menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Situasi itu kemudian diikuti pengumuman gencatan senjata selama dua pekan oleh Washington dan Teheran pada 7 April. Meski begitu, perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, sementara AS disebut memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Posisi Oman dalam jalur mediasi
Oman kerap muncul dalam berbagai upaya diplomatik yang berkaitan dengan konflik regional, dan pertemuan di Muscat memperlihatkan kelanjutan peran tersebut. Fokus utama pembicaraan bukan hanya pada penghentian ketegangan, tetapi juga pada cara mendorong proses politik yang bisa bertahan lebih lama.
Dengan latar situasi tersebut, pertemuan Sultan Oman dan Menlu Iran menjadi penting karena menempatkan mediasi sebagai jalan yang masih terbuka di tengah berbagai hambatan. ONA melaporkan bahwa pembicaraan itu diarahkan untuk memperkuat upaya penyelesaian yang dapat menekan dampak krisis bagi masyarakat di kawasan.
Source: www.viva.co.id