Iran Di Meja Rusia dan Belarus, Tehran Cari Sokongan Saat Krisis Timur Tengah Memanas

Author: Qoo Media

Pejabat pertahanan Iran menggelar pembicaraan dengan pejabat pertahanan Rusia dan Belarus saat ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian. Pertemuan itu menegaskan kembali dorongan diplomasi sebagai jalan utama untuk meredakan konflik.

Menurut laporan TASS, Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov berbicara dengan Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik di Kirgizstan pada Senin. Dalam pembicaraan itu, Belousov menegaskan kembali posisi lama Moskow bahwa perang Iran harus diselesaikan hanya melalui jalur diplomatik.

Pembahasan soal Timur Tengah

Belousov juga menyatakan keyakinannya bahwa Moskow dan تهران akan terus saling mendukung. Pernyataan itu muncul di tengah hubungan yang makin erat antara Rusia dan Iran dalam sejumlah isu kawasan.

Talaei-Nik kemudian melanjutkan kunjungan ke Belarus, salah satu sekutu terdekat Rusia. Kementerian Pertahanan Belarus mengatakan ia membahas situasi Timur Tengah dengan Menteri Pertahanan Viktor Khrenin.

Sikap Minsk dan Tehran

Menurut keterangan kementerian yang dikutip BelTA, kedua pejabat sepakat bahwa satu-satunya cara menyelesaikan konflik adalah kembali ke jalur penyelesaian politik-diplomatik. Mereka juga mendorong intensifikasi proses negosiasi sebagai langkah yang paling realistis.

Pernyataan kementerian Belarus menyebut pertemuan itu menegaskan adanya kepentingan bersama Minsk dan Tehran untuk memperdalam kerja sama. Formulasi itu menunjukkan bahwa hubungan pertahanan kedua negara tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga terkait dengan dinamika keamanan regional.

Di Moskow, Presiden Vladimir Putin juga bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Putin memuji rakyat Iran yang berupaya mempertahankan kemandirian di tengah tekanan Amerika Serikat dan Israel, serta mengatakan Moskow akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk membantu Tehran.

Terbaru