Donald Trump menyatakan Raja Charles III memiliki pandangan yang sejalan dengannya dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Pernyataan itu ia sampaikan saat jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati raja Inggris tersebut di Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Trump menyinggung situasi di Timur Tengah dan operasi militer AS di kawasan. Ia mengatakan pemerintahannya sedang melakukan pekerjaan di Timur Tengah dan menilai keadaan berjalan dengan sangat baik.
Trump juga menegaskan sikap keras Washington terhadap program nuklir Teheran. Ia menyebut Iran telah dikalahkan secara militer, meski tidak menjelaskan detail lebih lanjut.
Sikap keras terhadap Iran
Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dalam keadaan apa pun. Ia menyampaikan kalimat itu dengan nada tegas di hadapan tamu undangan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. AS dan Israel disebut melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, lalu Teheran membalas dengan serangan ke sejumlah target yang diklaim sebagai kepentingan AS di kawasan Teluk.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata pada 8 April dengan mediasi Pakistan. Setelah itu, perundingan berlangsung di Islamabad pada 11-12 April, tetapi pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan.
Trump kemudian mengatakan gencatan senjata diperpanjang sambil menunggu proposal dari Iran. Sikap itu menunjukkan bahwa Washington masih membuka ruang diplomasi, meski tetap menempatkan batas yang keras pada isu nuklir.
Hubungan AS dan Inggris jadi sorotan
Di luar isu Iran, Trump memanfaatkan jamuan itu untuk menyoroti hubungan dekat Amerika Serikat dan Inggris. Ia menyebut acara tersebut sebagai kehormatan besar dan memuji pidato Raja Charles di hadapan Kongres.
Trump bahkan mengatakan dirinya terkesan karena Raja Charles berhasil membuat anggota Demokrat berdiri, sesuatu yang menurutnya tidak pernah ia capai. Ia menilai hubungan kedua negara bukan sekadar kerja sama formal, melainkan persahabatan yang sangat istimewa.
Dalam pidatonya, Trump menggambarkan ikatan AS-Inggris sebagai hubungan yang langka dan bernilai besar. Ia menyebut sejarah memperlihatkan kekuatan gabungan patriotisme Amerika dan kebanggaan Inggris.
Pesan Charles soal kerja sama strategis
Raja Charles juga menegaskan pentingnya hubungan erat kedua negara. Ia mengatakan Inggris dan Amerika Serikat telah berdiri bersama dalam masa-masa terbaik maupun terburuk.
Charles menyoroti peran NATO dan AUKUS dalam menghadapi tantangan global yang semakin rumit. Ia juga menyinggung konflik yang masih berlangsung di Ukraina sebagai salah satu isu yang membutuhkan kerja sama strategis.
Dalam kesempatan yang sama, Charles memberikan hadiah simbolis kepada Trump berupa lonceng bersejarah dari kapal angkatan laut yang memiliki nama serupa. Ia menyebut hadiah itu sebagai penghormatan pribadi dan tanda sejarah bersama kedua bangsa.
Charles juga melontarkan candaan ringan saat menanggapi komentar Trump tentang sejarah Eropa. Ia berkata bahwa jika bukan karena pihak Inggris, Trump mungkin akan berbicara bahasa Prancis, sebagai bagian dari suasana hangat dalam jamuan kenegaraan tersebut.
Source: mediaindonesia.com