Pemerintah Amerika Serikat merilis rangkaian foto yang memperlihatkan Cole Tomas Allen berpose dengan senjata sebelum penembakan yang terjadi di acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih. Bukti itu dimasukkan ke memo hukum jaksa untuk mendukung permintaan agar Allen tetap ditahan selama proses persidangan.
Foto yang diambil dari ponsel tersangka menunjukkan Allen berdiri di depan cermin kamar hotelnya dengan pakaian rapi, tetapi membawa perlengkapan yang menguatkan dugaan persiapan serangan. Di gambar itu, ia tampak mengenakan sarung pistol bahu, membawa pisau, dan menempelkan tas berisi amunisi pada tubuhnya.
Jejak persiapan sebelum serangan
Jaksa menyebut Allen, 31, didakwa mencoba membunuh Presiden Donald Trump saat menerobos pos pemeriksaan keamanan di Washington Hilton. Dalam dakwaan itu, Allen disebut membawa pistol semi-otomatis, senapan pump-action, dan tiga bilah pisau saat mendekati area acara.
Data dari ponsel Allen juga memperlihatkan aktivitas yang dinilai jaksa sebagai bagian dari persiapan serangan. Sekitar pukul 20:03 waktu setempat, ia memotret dirinya dengan perlengkapan senjata dan tang pemotong kawat, lalu memantau siaran langsung jamuan makan malam selama sekitar 30 menit untuk memastikan kehadiran Trump.
Pemerintah juga menyoroti bahwa Allen sempat membuang mantel hitam panjang yang diduga dipakai untuk menyembunyikan senapan pump-action miliknya. Setelah itu, ia disebut menyerbu pos pemeriksaan pemindaian di lantai teras hotel dengan senapan terangkat.
Perjalanan lintas negara dan pesan bernada ancaman
Penyelidikan mengungkap Allen melakukan perjalanan dari rumahnya di Torrance, California, menuju Washington dengan kereta api mulai 21 April. Di ponselnya, penyidik menemukan catatan perjalanan yang bernuansa puitis, meski dihubungkan dengan rangkaian persiapan kekerasan yang dituduhkan kepadanya.
Selain catatan itu, penyidik juga menemukan email yang dikirim Allen kepada keluarganya sesaat sebelum serangan. Dalam pesan itu, ia menulis bahwa pejabat administrasi adalah target dan menyebut dirinya akan melewati hampir semua orang untuk mencapai sasaran bila diperlukan.
Jaksa menilai isi email tersebut memperkuat dugaan motif politik di balik aksinya. Mereka juga menyebut tindakan Allen sebagai perbuatan yang “terencana, kejam, dan dihitung untuk menyebabkan kematian.”
Dampak insiden dan posisi jaksa
Dalam insiden itu, seorang agen Secret Service tertembak namun dilaporkan tidak mengalami luka serius. Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance segera diamankan dari lokasi saat tembakan meletus.
Allen menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan, tetapi jaksa menegaskan tidak ada kondisi yang dinilai mampu menjamin keselamatan publik jika ia dibebaskan. Jika terbukti bersalah atas percobaan pembunuhan presiden, Allen terancam hukuman penjara seumur hidup.
Source: mediaindonesia.com