FEMA Tarik Kembali Pegawai yang Diliburkan, Surat Dissent Memaksa Evaluasi di Dalam Tubuh Agensi

Badan Penanggulangan Bencana Federal Amerika Serikat atau FEMA memulihkan status kerja lebih dari selusin pegawai yang sebelumnya ditempatkan pada cuti administratif setelah menandatangani surat terbuka berisi penolakan terhadap pimpinan dan kebijakan lembaga itu. Pemulihan status tersebut dikonfirmasi oleh seorang anggota parlemen AS dan kelompok nirlaba yang mempublikasikan surat itu.

Stand Up for Science, organisasi nirlaba yang menayangkan surat tersebut di situsnya, menyebut semua penandatangan yang sempat ditempatkan pada cuti administratif sudah menerima perintah untuk kembali bekerja. Langkah ini muncul setelah keputusan FEMA tahun lalu memicu sorotan luas karena dinilai memperlihatkan sikap keras terhadap perbedaan pendapat di internal lembaga.

Latar di balik surat penolakan

Surat terbuka itu ditandatangani oleh puluhan staf aktif dan mantan staf FEMA yang menangani respons bencana alam. Mereka memperingatkan kepada Kongres bahwa pengalaman para pejabat tinggi yang ditunjuk pemerintahan Trump dapat memicu bencana pada skala yang mirip dengan Badai Katrina.

Isi surat juga menyoroti kritik terhadap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh mantan kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem. FEMA sendiri berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri, sehingga polemik itu ikut menyeret kepemimpinan kementerian dalam perdebatan soal arah kebijakan penanganan bencana.

Dampak politik dan respons pejabat

Keputusan menempatkan para penandatangan surat pada cuti administratif sebelumnya memunculkan kekhawatiran bahwa pemerintahan Donald Trump tidak toleran terhadap perbedaan sikap. Kekhawatiran itu semakin besar karena Trump memasukkan para loyalis ke posisi kepemimpinan saat berupaya membentuk ulang berbagai lembaga federal setelah mulai menjabat pada awal 2025.

Senator Demokrat Andy Kim, yang mendorong pemulihan status kerja para pegawai itu, mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan alasan dan keberatan terhadap kebijakan tersebut kepada pimpinan DHS yang baru. Media AS melaporkan bahwa pemulihan itu pertama kali terungkap melalui pertukaran email antara DHS dan senator tersebut.

Sinyal dari FEMA soal stabilitas tenaga kerja

Seorang juru bicara FEMA mengatakan lembaga itu sedang menangani berbagai urusan kepegawaian yang belum selesai untuk menjaga stabilitas tenaga kerja. Juru bicara itu juga menyebut FEMA sedang mengambil langkah terarah untuk memperkuat kesiapsiagaan menjelang musim badai 2026 dan Piala Dunia FIFA.

Salah satu pegawai yang dikutip media AS mengatakan dirinya merasa “vindicated” atau terbukti benar setelah dipulihkan status kerjanya. Bagi sejumlah pegawai dan pendukung mereka, keputusan FEMA ini menjadi penanda bahwa lembaga tersebut sedang berusaha meredakan ketegangan internal sambil tetap menjaga kesiapan menghadapi musim bencana yang akan datang.

Exit mobile version