Tiga Penumpang Dievakuasi dari Kapal Pesiar Hantavirus, Spanyol Tetap Izinkan Sandar di Tenerife

Tiga penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus sudah dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius dan dalam perjalanan menuju Belanda untuk mendapat perawatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Mereka terdiri dari warga Jerman, Belanda, dan Inggris, termasuk satu awak kapal asal Inggris.

Kasus ini menyorot cepatnya respons medis dan diplomatik terhadap wabah langka di atas kapal yang membawa sekitar 150 penumpang. Sejauh ini, wabah tersebut telah menewaskan tiga orang dan membuat sejumlah negara ikut memantau penumpang serta kontak erat yang pernah berada di kapal itu.

Evakuasi dan perawatan medis

Oceanwide Expeditions, operator kapal, mengatakan dua pasien sudah tiba di Belanda dengan pesawat medis. Satu pasien lain berada dalam kondisi stabil, tetapi penerbangan kedua mengalami penundaan.

U.K. Health Security Agency juga mengonfirmasi bahwa satu warga negara Inggris telah dievakuasi dari kapal untuk dirawat di Belanda. Lembaga itu menyebut dua orang lain yang sebelumnya berada di MV Hondius telah kembali ke Inggris secara mandiri dan tidak melaporkan gejala.

Agen kesehatan Inggris meminta keduanya melakukan isolasi mandiri. Lembaga itu menegaskan risiko bagi masyarakat umum masih sangat rendah.

Rencana sandar di Tenerife

Di tengah penanganan wabah, pemerintah Spanyol menegaskan kapal tetap akan berlabuh di Kepulauan Canary. Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia Gomez, mengatakan MV Hondius akan sandar di Granadilla, Tenerife, dalam tiga hari.

Gomez menyebut sistem penilaian kesehatan bersama dan evakuasi akan diterapkan untuk memulangkan seluruh penumpang, kecuali kondisi medis mereka tidak memungkinkan. Sebelumnya, rencana itu sempat ditolak oleh kepala pemerintahan regional Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, yang mengatakan dirinya telah meminta pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Clavijo juga menyatakan keputusan terkait kapal itu diambil tanpa cukup informasi untuk publik dan tanpa melibatkan institusi di Kepulauan Canary. Dalam pernyataannya, ia menolak langkah yang menurutnya tidak sesuai dengan kehendak daerah setempat.

Kapal diarahkan ke Kepulauan Canary

Oceanwide Expeditions kemudian mengatakan kapal telah meninggalkan Cape Verde dan bergerak ke utara menuju Kepulauan Canary. Perjalanan itu diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat hari.

Rencana awal yang dikoordinasikan pemerintah Spanyol dan WHO adalah membawa kapal ke Kepulauan Canary untuk investigasi dan inspeksi penuh setelah tiga pasien dievakuasi. Namun, rencana itu sempat memicu penolakan dari otoritas setempat di Tenerife.

Wali Kota Granadilla de Abona, José Domingo Regalado, juga menolak kedatangan MV Hondius di pelabuhan industri dan logistik di wilayahnya. Ia meminta para penumpang dipindahkan ke bandara terdekat di negara asal mereka agar bisa menjalani karantina dan perawatan, sementara kapal didisinfeksi di laut lepas.

Jejak wabah yang meluas

South African authorities mengonfirmasi bahwa dua orang yang sebelumnya berada di kapal itu positif mengidap strain Andes dari hantavirus. Strain ini terutama ditemukan di Argentina dan Chile, dan berbeda dari strain lain karena dapat menular antarmanusia.

Swiss authorities juga menyatakan seorang pria yang pernah bepergian dengan kapal itu dan pulang ke negaranya pada akhir April ikut dinyatakan positif strain Andes. Otoritas Swiss menambahkan bahwa saat ini tidak ada risiko bagi masyarakat Swiss.

Kementerian Kesehatan Prancis menyampaikan kepada BFM TV bahwa ada satu “contact case” asal Prancis yang dikonfirmasi. Pria itu diduga berada di penerbangan yang sama dengan salah satu dari dua pasien yang dievakuasi ke Johannesburg untuk perawatan pada akhir April.

Asal-usul kasus masih ditelusuri

Argentina’s health ministry mengatakan pihaknya sedang merekonstruksi perjalanan pasangan asal Belanda yang ikut dalam ekspedisi itu setelah melintasi Argentina selatan dan Chili. Kementerian itu juga akan melakukan penangkapan dan analisis hewan pengerat di Ushuaia.

Sampai saat ini, kementerian tersebut menyatakan belum ada kasus yang terkait dengan wabah itu di Argentina. MV Hondius sendiri berangkat dari Ushuaia pada 1 April dan telah berlabuh di lepas pantai Cape Verde sejak Minggu.

WHO representative in Cape Verde, Ann Lindstrand, mengatakan kepada CBS News bahwa situasi itu tidak menimbulkan ancaman setara pandemi karena kemungkinan penularan antarmanusia tergolong rendah. Ia menambahkan bahwa otoritas Spanyol dan Belanda masih mendiskusikan langkah berikutnya bagi para penumpang.

Lindstrand juga menyebut para penumpang telah diminta tetap berada di kabin sebanyak mungkin. Jika karantina dibutuhkan, masa isolasi bisa berlangsung hingga dua bulan karena masa inkubasi hantavirus berkisar antara satu hingga delapan minggu.

Pemantauan terhadap penumpang dan kru

Oceanwide Expeditions mengatakan dua spesialis penyakit menular dari Belanda sedang menuju kapal dan akan tetap bersama kapal setelah keberangkatan yang diperkirakan dari Cape Verde. Langkah itu menambah pengawasan medis di tengah ketidakpastian soal pelabuhan tujuan dan proses evakuasi berikutnya.

Maria Van Kerkhove dari WHO mengatakan pihaknya bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara asal penumpang. Ia menyebut banyak orang di kapal itu takut, namun sejauh ini kondisi para penumpang dilaporkan cukup baik meski mereka cemas menunggu pelabuhan berikutnya.

Terkait