Pengiriman Jaecoo J5 EV menembus 20.000 unit per Mei 2026 dan langsung mengangkat posisi Jaecoo di pasar mobil listrik Indonesia. Capaian ini menjadi sorotan karena model tersebut baru meluncur pada November 2025, tetapi sudah mencatat permintaan yang konsisten sejak awal.
Daya tarik harga perkenalan Rp 200 jutaan ikut mendorong minat konsumen terhadap SUV listrik 5-seater itu. Di sisi lain, Jaecoo juga menonjolkan teknologi Internet of Vehicle (IoV) sebagai salah satu nilai jual utama model tersebut.
Penjualan yang terus menguat
Jaecoo menyebut 20.000 unit J5 EV telah didistribusikan ke konsumen hingga Mei 2026. Angka itu tidak hanya menunjukkan tingginya permintaan, tetapi juga memperlihatkan cepatnya penerimaan pasar terhadap merek yang masih sangat muda di Indonesia.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, M. Ilham Pratama, mengatakan capaian tersebut membuat J5 EV berada di posisi pertama sebagai EV terlaris di Indonesia berdasarkan data Gaikindo dari Januari hingga Mei. Ia juga menyebut pencapaian itu sebagai catatan bersejarah karena Jaecoo berhasil masuk jajaran top five top selling brand di Indonesia pada Mei 2026.
Dorongan dari harga dan permintaan pasar
Pada saat ini, Jaecoo J5 EV dijual Rp 279,9 juta untuk tipe Standard. Varian di atasnya dipasarkan Rp 309,9 jutaan on the road Jakarta.
Harga yang kompetitif menjadi salah satu alasan kuat di balik laju penjualan tersebut. Kombinasi harga dan fitur membuat model ini berkontribusi besar terhadap penjualan Jaecoo di pasar Indonesia.
Inden masih mengular
Permintaan yang tinggi juga berdampak pada waktu tunggu pembelian. Estimasi inden Jaecoo J5 EV disebut sekitar satu bulan, tergantung ketersediaan warna yang dipilih pelanggan.
Kondisi itu menunjukkan suplai dan permintaan masih bergerak aktif di pasar. Bagi konsumen, ketersediaan warna ikut menjadi faktor yang menentukan cepat atau lambatnya unit diterima.
Perayaan dengan konsumen
Sebagai bentuk apresiasi, Jaecoo menggelar serah terima simbolis kepada konsumen dalam ajang kumpul komunitas Play Loud, Shine Proud di Sentul, Sabtu (27/06). Momentum itu sekaligus menegaskan bahwa distribusi J5 EV tidak hanya kuat di angka, tetapi juga didukung aktivasi komunitas dan kedekatan dengan pemilik kendaraan.
Jaecoo menyatakan akan terus menjaga konsistensi produk dan layanan purnajual untuk konsumen di Tanah Air. Arah tersebut penting karena pasar mobil listrik semakin padat dan persaingan antar merek Cina ikut menguat.
Menyalip merek besar di Mei 2026
Di bulan yang sama, Jaecoo juga mencatat performa retail 3.000 unit dan berhasil menyalip BYD di posisi pertama. BYD berada di urutan kedua dengan 2.892 unit, sedangkan Geely mengikuti dengan 2.005 unit.
Di bawahnya ada Wuling dengan 1.640 unit, Chery 968 unit, Aion 454 unit, MG 444 unit, Denza 409 unit, Jetour 300 unit, dan Xpeng 276 unit. Data itu memperlihatkan bahwa Jaecoo sedang berada di momentum besar, dengan J5 EV menjadi motor utama yang mengerek penjualan merek tersebut di Indonesia.
Source: otomotif.katadata.co.id






