Lebih dari 96 ribu unit Hyundai Tucson di Amerika Serikat masuk program recall setelah ditemukan potensi gangguan pada panel instrumen digital. Masalah ini dinilai serius karena layar bisa mati total atau melakukan reboot mendadak saat mobil sedang digunakan.
Gangguan tersebut membuat informasi penting seperti kecepatan kendaraan dan sisa bahan bakar berisiko tidak tampil di hadapan pengemudi. Dalam situasi berkendara normal, hilangnya data dasar seperti ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Recall ini diumumkan Hyundai Motor America untuk total 96.310 unit Tucson model 2025–2026. Model yang terdampak mencakup varian mesin bensin konvensional, Hybrid, dan Plug-in Hybrid.
Menurut laporan resmi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), akar masalah berada pada kesalahan logika perangkat lunak. Error itu memicu gangguan komunikasi antara panel instrumen digital 12,3 inci dan fitur Head-Up Display atau HUD.
Ketika gangguan terjadi, panel instrumen dapat kosong secara tiba-tiba. Kondisi itu membuat sejumlah indikator penting tidak bisa dibaca pengemudi pada saat mobil tetap melaju.
NHTSA menilai kondisi ini tidak memenuhi standar keselamatan kendaraan federal di Amerika Serikat. Alasannya, pengemudi bisa kehilangan akses terhadap informasi vital yang seharusnya selalu tersedia selama perjalanan.
Varian yang Terdampak
Dari total 96.310 unit, jumlah terbesar berasal dari Tucson Hybrid. Varian ini tercatat sebanyak 53.886 unit dengan periode produksi 18 Juni 2024 hingga 7 Mei 2026.
Varian Tucson bermesin konvensional atau ICE menyumbang 39.605 unit. Unit-unit tersebut diproduksi pada rentang 7 Juni 2024 sampai 30 April 2026.
Sementara itu, Tucson Plug-in Hybrid atau PHEV terdampak sebanyak 2.819 unit. Periode produksinya disebut berlangsung dari 9 Juli 2024 hingga 14 April 2026.
Komposisi ini menunjukkan masalah tidak terbatas pada satu jenis sistem penggerak saja. Gangguan perangkat lunak tersebut muncul di beberapa lini Tucson yang memakai konfigurasi instrumen digital serupa.
Awal Mula Investigasi
Hyundai disebut telah memulai investigasi internal sejak kuartal tiga tahun lalu. Langkah itu dilakukan setelah perusahaan menerima laporan konsumen terkait panel instrumen yang mati secara intermiten.
Investigasi tersebut kemudian mengarah pada temuan soal software logic error. Dari sana, pabrikan menetapkan perlunya penanganan resmi melalui recall agar pembaruan sistem bisa dilakukan secara menyeluruh.
Meski masalahnya masuk kategori keselamatan, Hyundai menyatakan belum ada laporan kecelakaan maupun cedera yang dikaitkan dengan malafungsi tersebut. Informasi ini menjadi bagian penting untuk menggambarkan status kasus saat ini.
Tidak adanya laporan insiden bukan berarti masalah dianggap ringan. Justru recall dilakukan untuk mencegah gangguan berkembang menjadi risiko yang lebih besar di jalan.
Cara Penanganan untuk Pemilik
Karena sumber masalah ada di perangkat lunak, penanganannya dilakukan melalui pembaruan software. Hyundai menyiapkan solusi yang bisa dilakukan tanpa penggantian komponen fisik.
Pemilik kendaraan yang sudah mengaktifkan fitur konektivitas Hyundai Bluelink dapat menerima pembaruan Over-The-Air atau OTA. Dengan metode ini, update dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus datang lebih dulu ke bengkel.
Bagi pemilik yang belum mengaktifkan OTA, Hyundai tetap menyediakan jalur perbaikan di jaringan bengkel resmi. Pembaruan software tersebut akan dilakukan tanpa biaya.
Hyundai juga telah menyiapkan tahapan pemberitahuan resmi kepada diler dan pemilik kendaraan. Distribusi surat notifikasi dijadwalkan mulai 22 Agustus 2026.
Jadwal itu penting karena menjadi penanda kapan pemilik mulai menerima arahan teknis lebih rinci mengenai unit yang terdampak. Melalui pemberitahuan tersebut, pemilik dapat memastikan langkah penanganan yang sesuai untuk kendaraannya.
Kasus ini menyoroti besarnya peran sistem digital dalam kendaraan modern. Saat panel instrumen dan HUD saling terhubung melalui software, gangguan logika kecil sekalipun bisa berdampak langsung pada fungsi keselamatan dasar.
Bagi pemilik Hyundai Tucson model 2025–2026 di Amerika Serikat, perhatian utama kini tertuju pada status kendaraan masing-masing dan ketersediaan pembaruan software. Recall ini mencakup Tucson ICE, HEV, dan PHEV, dengan fokus perbaikan pada gangguan komunikasi antara panel instrumen 12,3 inci dan HUD.
Source: kabaroto.com






