Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan berpeluang kembali digelar di Islamabad, Pakistan, paling cepat pekan depan. Laporan Wall Street Journal pada Jumat, 9 Mei 2026, menyebut pembicaraan itu masih dibahas bersama mediator di tengah upaya mencari jalan keluar dari perang yang belum benar-benar mereda.
Sumber yang dikutip WSJ menyebut kedua pihak sedang merumuskan nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin. Dokumen itu dirancang untuk menjadi kerangka perundingan selama satu bulan dengan tujuan menghentikan perang.
Isi pembahasan masih menyentuh isu inti
Rancangan tersebut memuat beberapa topik sensitif yang selama ini menjadi sumber kebuntuan. Di antaranya program nuklir Iran, upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan penyerahan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran ke negara lain.
Meski begitu, laporan itu menegaskan bahwa sejumlah isu utama belum menemukan titik temu. Salah satu yang masih diperdebatkan adalah besaran pengurangan sanksi terhadap Iran, yang disebut berpotensi menghambat jalannya negosiasi.
Jika pembicaraan berjalan positif, masa berlaku kerangka awal selama sebulan itu bisa diperpanjang. Perpanjangan tersebut hanya akan terjadi bila kedua pihak menyepakatinya bersama.
Tekanan kawasan masih tinggi
Situasi keamanan di kawasan tetap tegang setelah AS-Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas serangan itu, sehingga konflik meluas dan mengganggu stabilitas jalur pelayaran penting.
Dampaknya terasa di Selat Hormuz, rute vital bagi pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di kawasan ini membuat pembahasan diplomatik menjadi makin mendesak, terutama karena jalur tersebut punya peran besar dalam perdagangan energi global.
Pakistan sebelumnya sudah berperan sebagai mediator dalam proses penghentian konflik. Pada 8 April, gencatan senjata disepakati melalui mediasi Pakistan, namun putaran pertama perundingan damai di Islamabad pada 11 April tidak menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun sejak 13 April, AS disebut telah memblokade lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut, yang menambah kompleksitas situasi dan membuat peluang dialog berikutnya menjadi sorotan besar.
Source: www.viva.co.id