Badai debu, hujan lebat, dan sambaran petir menewaskan sedikitnya 96 orang di Uttar Pradesh, India utara. Bencana cuaca yang melanda negara bagian terpadat di India itu juga melukai lebih dari 50 orang dan merusak rumah serta berbagai bangunan lain.
Gelombang cuaca ekstrem ini datang saat musim badai memang kerap terjadi di India utara antara Maret hingga Juni, sebelum hujan monsun tahunan tiba. Namun, dampaknya kali ini meluas ke beberapa distrik dan memicu operasi darurat di banyak titik terdampak.
Korban paling banyak akibat runtuhan dan petir
Pejabat menyebut banyak korban tewas akibat pohon tumbang, bangunan roboh, dan petir. Polisi serta tim tanggap bencana menggunakan gergaji mesin dan crane untuk membersihkan pohon yang tumbang dari jalan dan jalur kereta di sejumlah distrik.
Narendra Srivastava, seorang pejabat administratif, mengatakan tim darurat telah dikerahkan ke seluruh wilayah terdampak. Ia juga menyebut rumah, tanaman, dan infrastruktur listrik mengalami kerusakan luas, terutama di wilayah pedesaan.
Ketakutan warga saat badai menghantam permukiman
Di distrik Prayagraj, warga panik ketika angin kencang menerjang permukiman. Ram Kishore menggambarkan bagaimana langit tiba-tiba gelap dalam hitungan menit dan atap seng beterbangan.
Ia mengatakan orang-orang berlari masuk ke dalam rumah saat suara pohon tumbang terdengar sepanjang sore hingga malam. Di distrik Bhadohi yang berdekatan, Savitri Devi mengatakan keluarganya nyaris celaka setelah rumah lumpur mereka rusak dihantam angin kencang.
Menurutnya, dinding mulai berguncang sebelum atap rumah runtuh tak lama kemudian. Keluarganya lalu bermalam di rumah kerabat setelah kejadian itu.
Instruksi evakuasi dan bantuan darurat
Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath memerintahkan pejabat menyelesaikan operasi bantuan dalam waktu 24 jam. Ia juga meminta otoritas menyediakan bantuan darurat dan kompensasi bagi keluarga terdampak.
Kerusakan yang meluas pada rumah, tanaman, dan jaringan listrik menunjukkan besarnya dampak badai di wilayah pedesaan. Di tengah upaya pembersihan pohon tumbang dan pemulihan akses jalan serta rel, perhatian utama kini tertuju pada penanganan korban dan pemulihan cepat di distrik-distrik terdampak.
