Hamas Akui Kematian Kepala Militernya, Serangan Israel Guncang Gaza

Seorang pejabat senior Hamas menyatakan bahwa kepala militer kelompok itu telah meninggal dunia, sehari setelah Israel mengumumkan serangan udara yang menargetkannya di Gaza. Pernyataan itu menempatkan Izz al-Din al-Haddad sebagai salah satu tokoh paling senior yang dilaporkan tewas sejak gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober lalu sempat menghentikan pertempuran di Gaza.

Hamas belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kematian Haddad. Namun, saksi di Kota Gaza melaporkan sejumlah masjid mengumumkan “kesyahidan” Haddad, yang selama ini disebut sebagai figur paling senior Hamas yang tewas sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.

Target serangan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, mengatakan Haddad telah menjadi target serangan udara Israel. Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan secara pasti apakah serangan tersebut benar-benar menewaskannya.

Netanyahu menyebut Haddad sebagai salah satu perancang serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel. Ia juga menuduh Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan kekerasan terhadap ribuan warga sipil serta tentara Israel.

Posisi penting di Hamas

Haddad diketahui mengambil alih pimpinan militer Hamas di Gaza setelah tewasnya Mohammad Sinwar pada Mei 2025. Posisi itu membuatnya menjadi salah satu sosok kunci dalam struktur militer kelompok tersebut di Gaza.

Kematian yang dilaporkan ini juga muncul di tengah pembahasan yang masih berlangsung antara Israel dan Hamas mengenai rencana pascaperang Gaza. Perundingan tidak langsung itu membahas proposal yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Serangan terbaru di Gaza

Di lapangan, tenaga medis di Gaza melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan udara terbaru Israel. Korban disebut termasuk perempuan dan anak-anak, setelah sebuah apartemen dan kendaraan dihantam dalam serangan tersebut.

Belum ada kepastian apakah Haddad termasuk di antara korban yang dilaporkan tewas. Sementara itu, Israel disebut meningkatkan serangan di Gaza dalam beberapa pekan terakhir setelah menghentikan operasi bersama dengan AS di Iran dan kembali memusatkan serangan ke wilayah Palestina tersebut.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version