Rusia melancarkan serangan besar ke Kyiv dengan memakai rudal balistik hipersonik Oreshnik, ratusan drone, dan puluhan rudal lain. Serangan itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai lebih dari 80 warga, sekaligus memicu kerusakan luas di ibu kota Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut penggunaan Oreshnik sebagai yang ketiga kalinya sejak perang berlangsung selama empat tahun terakhir. Ia mengatakan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional itu menghantam wilayah Bila Tserkva di kawasan Kyiv.
Serangan menjangkau banyak titik di ibu kota
Ledakan juga dilaporkan mengenai sejumlah lokasi di Kyiv, termasuk area dekat gedung pemerintahan, permukiman warga, sekolah, dan pasar. Angkatan Udara Ukraina menyebut serangan itu melibatkan sekitar 600 drone serang dan 90 rudal yang ditembakkan dari udara, laut, dan darat.
Dari jumlah tersebut, militer Ukraina menyatakan 549 drone dan 55 rudal berhasil ditembak jatuh atau diganggu sistem pertahanan udara. Sekitar 19 rudal lain dilaporkan tidak mencapai sasaran.
Kerusakan meluas di sedikitnya 50 lokasi
Serangan besar itu memicu kerusakan di sedikitnya 50 titik di Kyiv. Bangunan perumahan, pusat perbelanjaan, sekolah, dan sejumlah fasilitas umum masuk dalam daftar lokasi yang terdampak.
Sejumlah kebakaran besar masih berlangsung hingga pagi hari setelah serangan. Warga menggambarkan malam itu sebagai salah satu yang paling menakutkan sejak perang dimulai.
“Itu malam yang mengerikan, belum pernah ada yang seperti ini sepanjang perang,” kata warga Kyiv, Svitlana Onofryichuk.
Warga lain, Yevhen Zosin, mengatakan ledakan beruntun membuat dirinya dan anjingnya terpental. “Ledakan kedua membuat saya dan anjing saya terpental seperti pin. Apartemen saya hancur,” ujarnya.
Moskow klaim target militer, Kiev alami dampak sipil
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penggunaan rudal Oreshnik dan menyebut sasaran serangan adalah fasilitas militer Ukraina. Moskow mengatakan aksi itu merupakan balasan atas serangan sebelumnya.
Namun, dampak di lapangan juga terasa pada wilayah sipil. Pemerintah Albania melaporkan kediaman duta besarnya di Ukraina ikut terkena dampak dan mengecam insiden tersebut sebagai eskalasi serius.
Kecaman dari sekutu Ukraina
Di tengah meningkatnya ketegangan, negara-negara Eropa yang menjadi sekutu Ukraina mengecam serangan tersebut. Mereka juga menyerukan tekanan internasional yang lebih kuat terhadap Rusia.
Serangan besar ke Kyiv ini kembali menegaskan besarnya ancaman rudal dan drone dalam perang yang masih berlangsung, dengan dampak yang tidak hanya menghantam fasilitas strategis tetapi juga permukiman dan infrastruktur sipil di jantung ibu kota Ukraina.
Source: www.beritasatu.com