Iran Siapkan Pemakaman Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir di Tiga Kota

Pemerintah Iran menyiapkan prosesi pemakaman berskala besar untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad. Upacara ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni dan diperkirakan menarik jutaan pelayat dari berbagai negara.

Rangkaian penghormatan terakhir itu disebut akan menjadi salah satu perhimpunan umat Islam dan penganut Syiah terbesar yang pernah tercatat. Otoritas setempat juga menempatkan Mashhad sebagai lokasi peristirahatan terakhir, tepatnya di dekat Makam Imam Reza.

Rangkaian Pemakaman Berlangsung Tiga Hari

Wakil Wali Kota Teheran untuk Urusan Sosial dan Budaya, Mohammad-Amin Tavakolizadeh, menjelaskan bahwa prosesi pemakaman akan digelar selama tiga hari berturut-turut. Di Teheran, penghormatan dan doa bersama bahkan dijadwalkan berlangsung sedikitnya 24 jam penuh.

Pihak pemerintah telah menetapkan jadwal itu berada pada akhir Zulhijjah 1447 Hijriah hingga awal Muharram 1448 Hijriah. Penjadwalan tersebut menempatkan prosesi pada pertengahan Juni, sesuai keterangan yang disampaikan otoritas Iran.

Gelombang Pelayat Diperkirakan Datang dari Luar Negeri

Mashhad kini disiapkan untuk menerima arus besar pelayat yang diperkirakan datang tidak hanya dari Iran. Pemerintah setempat memperkirakan kehadiran massa juga akan datang dari Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh.

Tavakolizadeh menyebut upacara itu akan menjadi “perhimpunan umat Islam dan Syiah terbesar sedunia” seperti dikutip dari Antara. Ia juga menilai suasana duka telah melampaui batas Iran dan berpotensi memunculkan rangkaian berkabung di sejumlah negara lain.

Duka Disebut Menyebar ke Sejumlah Negara

Sebelumnya, Irak telah menetapkan masa berkabung resmi dan menggelar upacara pemakaman simbolis di berbagai kota. Menurut Tavakolizadeh, kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di negara-negara Islam yang memiliki kedekatan kuat dengan Iran.

Pakistan, Afghanistan, dan Yaman disebut sebagai negara yang berpotensi merasakan suasana berkabung serupa. Pemerintah Iran melihat besarnya respons itu sebagai tanda kuatnya ikatan politik dan religius yang menyertai wafatnya tokoh sentral negara tersebut.

Latar Kematian Ali Khamenei

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei disebut gugur pada akhir Februari setelah serangan yang menargetkan kediaman sekaligus tempat kerjanya di pusat Teheran. Peristiwa itu terjadi pada hari pertama kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Setelah kematian pemimpin spiritual mereka, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan dalam skala besar. Serangan itu diarahkan ke berbagai titik strategis milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi konflik, militer Iran juga memberlakukan blokade ketat terhadap Selat Hormuz sejak awal ketegangan. Otoritas Iran hingga kini disebut masih memegang kendali penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut dan hanya mengizinkan kapal dagang dari negara tertentu melintas dengan syarat mengikuti regulasi keamanan yang ditetapkan angkatan laut Iran.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button