Habis Dibombardir, Trump Umumkan Damai dengan Iran dan Buka Lagi Selat Hormuz

Amerika Serikat dan Iran disebut mencapai kesepakatan besar untuk menghentikan eskalasi perang di Timur Tengah. Donald Trump kemudian membatalkan rencana serangan militer setelah Teheran menyetujui poin-poin penting dalam perjanjian damai itu.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut di Oval Office dan menyebut proses itu sebagai perkembangan besar dalam konflik yang sempat hampir berubah menjadi perang terbuka. Menurut laporan yang dikutip dari CNN, dokumen kesepakatan masih dalam tahap penyelesaian dan penandatanganannya kemungkinan berlangsung di Eropa.

Kesepakatan yang Mengubah Arah Konflik

Trump mengatakan kedua pihak sudah mencapai titik temu, meski administrasi naskah perdamaian masih harus dirampungkan dalam beberapa hari ke depan. Ia juga menegaskan bahwa delegasi Amerika Serikat dalam proses penandatanganan akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

Di sisi lain, Gedung Putih menilai Iran menyetujui kesepakatan ini karena posisinya sudah terdesak dalam konflik. Salah satu klausul utama yang disebut masuk dalam perjanjian adalah larangan bagi Iran untuk memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal di masa depan.

Rencana Serangan yang Dibatalkan

Sebelum kesepakatan diumumkan, Washington sempat mengancam akan menghancurkan instalasi vital pertahanan lawan. Perintah serangan udara yang sudah dijadwalkan kemudian ditarik kembali setelah tercapai titik temu di antara para pemimpin negara.

Perubahan langkah itu menandai pergeseran tajam dalam pendekatan Amerika Serikat terhadap konflik tersebut. Dalam waktu yang berdekatan, tensi militer yang tinggi justru bergeser ke jalur diplomasi yang kini menunggu finalisasi dokumen.

Dampak ke Selat Hormuz dan Ekonomi Dunia

Kesepakatan damai ini juga membuka peluang pemulihan akses jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz. Kawasan perairan strategis itu memegang peran penting bagi arus perdagangan global, sehingga pembukaannya kembali dinilai memberi angin segar bagi stabilitas ekonomi dunia.

Sebelumnya, kontak senjata di wilayah itu sempat mengancam efektivitas gencatan senjata yang disepakati sejak April. Situasi makin panas setelah hubungan kedua negara turun ke titik terendah usai insiden jatuhnya helikopter Apache milik militer Washington pada awal pekan ini.

Langkah Lanjut Masih Menunggu Dokumen Final

Meski pengumuman damai sudah disampaikan, prosesnya belum selesai sepenuhnya. Penandatanganan resmi masih menunggu penyelesaian dokumen, dan jadwal pastinya disebut akan diputuskan dalam waktu dekat.

Dengan adanya kesepakatan ini, fokus kini beralih ke implementasi klausul-klausul yang sudah disetujui dan ke kesiapan kedua pihak menjaga agar eskalasi tidak kembali meningkat. Jalur diplomasi menjadi penentu apakah ketegangan yang sempat membesar itu benar-benar berakhir atau hanya berhenti sementara.

Source: www.suara.com

Terkait