Pria Tolak Tuduhan Pembunuhan Warga Skotlandia Di Kreta, Jejak Kasus 17 Tahun Kembali Diadili

Author: Qoo Media

Seorang pria membantah tuduhan membunuh Jean Hanlon, perempuan asal Skotlandia yang jasadnya ditemukan di sebuah pulau di Yunani 17 tahun lalu. Kasus yang lama diklasifikasikan sebagai kecelakaan itu kini kembali disidangkan setelah bertahun-tahun keluarga korban menekan agar penyelidikan dibuka ulang.

Sidang berlangsung di Neapoli, sekitar 30 mil dari Heraklion, dan diperkirakan memakan waktu hingga empat hari. Di pengadilan, keluarga Jean kembali memaparkan alasan mengapa mereka yakin kematiannya tidak wajar, termasuk catatan harian yang menyebut nama terdakwa.

Kasus lama yang kembali dibuka

Jean Hanlon, 53, ditemukan di perairan lepas Heraklion, Crete, pada 2009. Jasadnya ditemukan pada 13 Maret 2009, empat hari setelah ia dilaporkan hilang.

Saat itu, hasil pemeriksaan awal menyimpulkan Jean tenggelam. Namun, keluarga dari Dumfries terus berkampanye agar kasus tersebut dibuka kembali karena mereka tidak menerima kesimpulan awal itu.

Jean diketahui telah tinggal di Kato Gouves, sebuah desa sekitar 12 mil dari Heraklion, selama beberapa tahun sebelum meninggal. Ia juga bekerja di beberapa bar dan taverna setempat.

Keterangan keluarga di ruang sidang

Tiga putra Jean memberikan kesaksian pada awal persidangan, Selasa. Salah satu dari mereka mengatakan ibunya pernah “dibully” oleh pria yang kini diadili setelah hubungan mereka berakhir.

Pengadilan juga mendengar bahwa Jean dan terdakwa sempat menjalin hubungan. Namun, hubungan itu berakhir secara “sopan” menurut keterangan yang disampaikan di persidangan.

Putranya, Robert, mengatakan terdakwa tetap melakukan perundungan terhadap ibunya meski perpisahan itu berlangsung baik-baik. Para putra Jean juga menyebut adanya buku harian yang disimpan ibunya, dan di dalamnya nama terdakwa tercatat.

Temuan medis yang diperdebatkan

Seorang ahli patologi forensik yang terlibat dalam peninjauan kasus pada 2019 juga memberikan kesaksian. Ia tidak memeriksa Jean secara langsung, tetapi menyatakan penyebab kematian kemungkinan terkait robekan tidak sempurna pada batang otak.

Ahli tersebut mengatakan cedera fatal itu kemungkinan disebabkan pukulan keras di bagian belakang leher menggunakan benda tumpul. Ia juga menambahkan bahwa cedera yang ditemukan tidak sesuai dengan kemungkinan jatuh.

Pemeriksaan ulang pada 2019 sebelumnya telah menunjukkan adanya cedera yang konsisten dengan pergulatan. Itu berbeda dengan hasil post-mortem awal yang menyebut Jean tenggelam.

Penyelidikan yang berulang selama bertahun-tahun

Kasus ini sempat kembali diangkat lewat seruan baru di versi Yunani dari Crimewatch pada 2020, tetapi tidak menghasilkan informasi baru. Pada 2021, petugas khusus yang bekerja dalam unit penyelidik kejahatan terorganisir juga turun tangan, meski tetap tidak menemukan titik terang.

Namun, para penyelidik pada 2021 menyimpulkan bahwa kasus itu merupakan “foul play”. Penyelidikan resmi akhirnya dibuka kembali pada Juni 2024 setelah seorang penyelidik swasta yang disewa putra Jean menyerahkan laporan setebal 24 halaman kepada otoritas Yunani.

Pria Yunani yang diadili tidak dapat disebutkan namanya berdasarkan hukum di negara itu, yang memberi anonimitas kepada terdakwa hingga vonis dikonfirmasi. Ia sebelumnya diperiksa pada Januari tahun lalu dan didakwa pada November.

Terbaru