Spanyol Dihantam Gelombang Panas Mematikan, 1.028 Nyawa Melayang dalam Sebulan

Spanyol mencatat 1.028 kematian terkait suhu panas sepanjang Juni, angka yang menjadi rekor tertinggi sejak pemantauan dilakukan pada 2015. Data itu muncul setelah negara tersebut mengalami suhu ekstrem hampir sepanjang bulan dan menempatkan gelombang panas sebagai isu kesehatan publik yang semakin serius.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut angka tersebut berasal dari sistem pemantauan kematian harian. Perhitungan itu menggunakan estimasi kelebihan kematian, yakni membandingkan jumlah kematian aktual dengan jumlah yang diperkirakan terjadi pada periode suhu ekstrem.

Lonjakan terbesar pada kelompok lansia

Hampir seluruh korban berasal dari kelompok lanjut usia. Dari total kematian yang dikaitkan dengan panas, 1.022 terjadi pada warga berusia 65 tahun ke atas, termasuk 720 orang berusia 85 tahun atau lebih.

Satu kematian juga tercatat pada anak di bawah 15 tahun. Data itu menunjukkan dampak suhu ekstrem tidak hanya mengancam lansia, tetapi juga tetap berisiko bagi kelompok usia lain meski jumlahnya jauh lebih kecil.

Wilayah utara dan Mediterania paling terdampak

Kasus kematian terbanyak tercatat di wilayah Mediterania dan utara Spanyol. Kedua kawasan itu dinilai lebih rentan karena warganya umumnya tidak seterbiasa penduduk wilayah selatan yang memang lebih panas.

Catalonia mencatat 218 kematian terkait panas, disusul Basque Country dengan 147 kematian. Sebaran ini memperlihatkan bahwa dampak gelombang panas tidak merata, tetapi tetap meluas di wilayah yang menghadapi lonjakan suhu berkepanjangan.

Puncak kematian terjadi saat gelombang panas memuncak

Kenaikan kematian mulai terlihat sekitar 21 Juni, bertepatan dengan gelombang panas yang memecahkan rekor melanda Spanyol. Angka kematian tetap tinggi hingga akhir bulan, seiring suhu ekstrem yang belum cepat mereda.

Badan meteorologi Spanyol, AEMET, menyebut Juni sebagai bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan dimulai pada 1961. Suhu rata-rata bulan itu berada 3,2 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020.

Tren pemanasan yang terus berulang

AEMET juga mencatat bahwa hanya Juni 2025 yang lebih panas dibanding Juni ini sejak pencatatan dimulai. Lembaga itu menambahkan, 13 bulan Juni terpanas sejak 1961 semuanya terjadi pada abad ke-21, yang menegaskan tren pemanasan jangka panjang.

Meski mencetak rekor untuk bulan Juni, periode ini bukan yang paling mematikan akibat panas dalam catatan Spanyol. Sistem pemantauan sebelumnya mencatat 2.217 kematian terkait panas pada Juli 2022 dan 2.184 kematian pada Agustus tahun lalu.

Ancaman panas belum berakhir

AEMET memperingatkan jeda dari suhu ekstrem kemungkinan hanya berlangsung singkat. Massa udara yang sangat panas diperkirakan kembali bergerak melintasi Spanyol dalam beberapa hari mendatang.

Badan itu juga menyebut gelombang panas baru bisa dimulai akhir pekan ini dan berpotensi membawa kembali suhu siang serta malam yang sangat tinggi. Kondisi tersebut menempatkan layanan kesehatan dan kelompok rentan dalam kewaspadaan tinggi menghadapi gelombang panas berikutnya.

Source: www.viva.co.id

Terkait