Sebuah liontin amber langka bergambar Ratu Elizabeth I diperkirakan akan mencetak lonjakan nilai besar saat dilelang oleh Sotheby’s. Perhiasan berbentuk hati itu sebelumnya terjual £5.588 pada lelang di Edinburgh, lalu kini diperkirakan mencapai hingga £150.000.
Benda kecil berusia sekitar 1600 itu menarik perhatian bukan hanya karena usia dan kelangkaannya, tetapi juga karena detail simboliknya. Di satu sisi ada ukiran cameo Elizabeth I, sementara sisi lainnya menampilkan burung parrot yang dikaitkan dengan lambang keperawanan sang ratu.
Dari koleksi lama ke sorotan lelang
Liontin ini berukuran 4 cm tinggi dan 3 cm lebar, sehingga tetap kecil meski sarat detail. Pada permukaannya juga terukir tulisan “Elisabet.D.G.Ang.Fran.Hib.Et.Vir.Regi.F.D”, yang merujuk pada gelar Elizabeth sebagai Ratu Inggris, Prancis, dan Irlandia.
Sotheby’s menaksir benda ini akan laku di kisaran £100.000 hingga £150.000. Nilai itu jauh di atas harga jual sebelumnya yang tercatat pada November 2025, ketika benda ini berpindah tangan seharga £5.588.
Asal-usul dan kemungkinan pembuatnya
Liontin ini diyakini dibuat dari amber karena material tersebut memiliki daya tarik kuat pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Pada masa itu, amber dianggap bermanfaat bagi tubuh dan dipercaya bisa mengeluarkan aroma tertentu saat ada bahaya atau racun.
Belum diketahui siapa yang memesan pembuatannya. Namun, ada kemungkinan benda itu merupakan hadiah kerajaan dan bahkan mungkin dibuat atas permintaan Elizabeth I sendiri.
Sotheby’s menyebut tingkat detail ukiran, kejernihan permukaan, dan kehalusan bingkai pada liontin itu menunjukkan teknik yang sangat mahir. Para ahli menduga pembuatnya adalah Hans Klingenberg atau Georg Schreiber dari Prusia.
Makna simbol di balik ukiran
Gambar Elizabeth I pada sisi depan diduga terinspirasi dari ukiran yang beredar luas karya Crispijn de Passe the Elder. Ukiran itu sendiri bersumber dari potret yang digambar langsung dari kehidupan oleh Isaac Oliver sekitar 1590–1592.
Geoffrey Munn, pembawa acara dan sejarawan Antiques Roadshow, menyebut liontin ini sebagai lambang luar biasa dari kedaulatan Elizabeth. Ia juga mengatakan bentuk hati pada liontin itu mencerminkan keyakinan sang ratu bahwa dirinya hanya menikah dengan Kerajaan Inggris.
Munn menambahkan bahwa status selibat Elizabeth pada masa lanjut hidupnya menjadi bagian penting dari citra publiknya. Burung parrot di sisi belakang, menurutnya, merupakan simbol tersirat dari keperawanan sang ratu.
Jejak kepemilikan yang panjang
Menurut catatan Lyon & Turnbull, liontin ini berasal dari “former contents of Poltalloch House, Kilmartin, Argyll.” Benda tersebut kemudian masuk ke keluarga Malcolm hampir tiga abad setelah kematian Elizabeth I pada 1603.
Sotheby’s menyebut John Malcolm, 1st Baron Malcolm of Poltalloch, sebagai salah satu kolektor terpenting di Inggris pada abad ke-19. Riwayat kepemilikan itu menambah nilai historis pada perhiasan kecil yang kini kembali masuk ke pasar lelang.







