Iran Tampilkan Peti Jenazah Ali Khamenei, Isyarat Suksesi Dan Ujian Dukungan Publik

Author: Qoo Media

Peti jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mulai disemayamkan di Teheran dan langsung menarik perhatian internasional. Prosesi ini membuka rangkaian pemakaman selama sepekan yang diperkirakan menyedot jutaan pelayat dari dalam dan luar negeri.

Upacara tersebut digelar di tengah pengamanan ketat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Iran. Kehadiran massa, tamu asing, dan isu seputar penerus Khamenei membuat rangkaian pemakaman ini menjadi sorotan politik yang besar di Iran.

Prosesi awal di Teheran

Prosesi pertama berlangsung di sebuah masjid di Teheran dan diikuti keluarga anggota angkatan bersenjata Iran serta staf Kantor Pemimpin Tertinggi. Kantor berita pemerintah IRNA melaporkan para pelayat mengenakan pakaian hitam, menangis, lalu melantunkan doa dan slogan keagamaan saat peti dibawa masuk.

Juru bicara panitia pemakaman, Iman Attarzadeh, menyebut acara pembuka itu memberi ruang bagi keluarga korban konflik untuk memberi penghormatan terakhir. Ia juga menegaskan bahwa prosesi tersebut masih terbatas bagi tamu undangan dan keluarga tertentu, meski disiarkan langsung oleh televisi pemerintah.

Pejabat dan tamu asing berdatangan

Sejumlah pejabat tinggi Iran hadir dalam prosesi itu, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammed Bagher Ghalibaf. Belum ada kepastian apakah Ayatollah Mojtaba Khamenei akan tampil dalam rangkaian acara, meski namanya banyak disebut dalam pembahasan suksesi.

Dari luar Iran, tamu kenegaraan juga mulai berdatangan. Media setempat menyebut Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir dan Presiden Irak Nizar Amedi hadir, sementara Rusia dan China mengirim pejabat senior sebagai perwakilan.

Rangkaian pemakaman berlangsung bertahap

Media pemerintah Iran menyebut peti jenazah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla hingga akhir pekan. Setelah itu, prosesi dijadwalkan berlanjut di Teheran, lalu ke Qom, sebelum iring-iringan jenazah singgah di Irak dan akhirnya dimakamkan di Mashhad.

Jadwal yang disampaikan juga menyebut pemakaman di Teheran akan berlangsung pada Senin, lalu berlanjut ke kota suci Qom pada Selasa. Setelah itu, jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Najaf, Irak, pada 7 Juli untuk upacara penghormatan resmi, sebelum prosesi publik di Najaf dan rangkaian acara di Karbala.

Pada 9 Juli, prosesi terakhir disebut akan berlangsung di Mashhad, Iran timur laut. Kota itu akan menjadi lokasi pemakaman Khamenei setelah perjalanan yang melibatkan beberapa kota penting di Iran dan Irak.

Diperkirakan jadi mobilisasi massa besar

Pemerintah Iran memperkirakan prosesi ini akan dipadati jutaan pelayat. Wakil Wali Kota Teheran bidang Sosial dan Kebudayaan, Mohammad Amin Tavakolizadeh, mengatakan arak-arakan di ibu kota akan berlangsung setidaknya 24 jam.

Pemerintah juga menyiapkan fasilitas untuk menampung hingga 20 juta orang, sementara jumlah penduduk Iran sekitar 90 juta jiwa. Karena skala itu, panitia menilai prosesi ini berpotensi menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar dalam sejarah Iran.

Bayang-bayang konflik dan suksesi

Khamenei disebut tewas dalam gelombang awal serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Februari lalu. Situasi itu membuat pemakaman ini tidak hanya bernuansa duka, tetapi juga sarat makna politik dan keamanan bagi pemerintah Iran.

Rangkaian ini dinilai sebagai salah satu agenda politik terbesar pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Prosesi tersebut juga dipandang sebagai kesempatan untuk menunjukkan dukungan publik terhadap pemerintahan di tengah kondisi yang masih bergejolak pascakonflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, tidak semua warga Iran diperkirakan akan hadir memberi penghormatan. Sebagian masyarakat yang kecewa terhadap sistem pemerintahan memilih tidak ikut, sementara sebagian lain mengaku menyambut kematian Khamenei namun menilai harapan perubahan memudar setelah kursi Pemimpin Tertinggi segera diisi oleh putranya.

Pihak perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di India sebelumnya menyebut kondisi keamanan tidak memungkinkan Mojtaba Khamenei menghadiri acara itu. Isu kehadiran dan peran Mojtaba pun tetap menjadi perhatian utama di tengah prosesi pemakaman yang berlangsung di bawah pengawasan ketat.

Source: www.viva.co.id
Terbaru