Iran Gelar Pemakaman Enam Hari Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Memadati Teheran

Iran memulai rangkaian pemakaman enam hari untuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei di Teheran dan prosesi itu langsung menarik perhatian besar dari publik. Ribuan warga sudah memadati Masjid Agung Mosalla sejak sebelum fajar, sementara pemerintah memperkirakan jutaan pelayat akan hadir selama upacara berlangsung.

Peti jenazah Khamenei ditempatkan di panggung utama bersama peti jenazah sejumlah anggota keluarganya yang juga dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel. Prosesi ini menjadi awal masa berkabung nasional di Iran di tengah situasi keamanan yang masih sensitif setelah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.

Pelayat memadati Mosalla sejak pagi

Suasana duka terlihat di kompleks Masjid Mosalla ketika warga membawa bendera Iran, potret Khamenei, dan spanduk berkabung. Sejumlah pelayat juga melakukan tradisi memukul dada, yang menjadi bagian dari ritual berkabung dalam tradisi Syiah.

Otoritas Iran memperkirakan lebih dari 10 juta orang akan hadir di Teheran selama puncak prosesi. Jika dihitung sepanjang enam hari, total peserta disebut bisa mencapai 30 juta orang.

Delegasi dari banyak negara ikut hadir

Prosesi ini tidak hanya dihadiri warga Iran, tetapi juga delegasi dari lebih dari 100 negara. Perwakilan yang dijadwalkan hadir berasal dari Pakistan, Rusia, Turki, Tiongkok, Arab Saudi, Oman, Qatar, Irak, Malaysia, Mesir, Serbia, Belarus, Banglades, Armenia, dan sejumlah negara lain.

Kehadiran delegasi asing menunjukkan besarnya sorotan internasional terhadap pemakaman ini. Iran juga menempatkan prosesi tersebut sebagai momentum penting dalam masa berkabung nasional yang digelar secara terbuka.

Jenazah akan dibawa ke Irak

Setelah upacara di Teheran, jenazah Ali Khamenei dijadwalkan dibawa ke dua kota suci umat Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Rangkaian pemakaman itu baru akan berakhir setelah prosesi di kedua kota tersebut selesai.

Pemerintah Iran menyebut Khamenei tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam kediamannya di Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan itu juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarganya.

Situasi politik dan keamanan tetap sensitif

Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Pakar pada Maret 2026. Ia dilaporkan mengalami luka dalam serangan tersebut dan hingga kini belum muncul di hadapan publik, hanya menyampaikan pernyataan tertulis.

Belum ada kepastian apakah Mojtaba akan hadir dalam prosesi pemakaman ayahnya. Di tengah kondisi itu, pemerintah Iran menyatakan akan terus menempuh langkah hukum dan diplomatik terhadap Amerika Serikat serta Israel terkait kematian Khamenei.

Untuk menjaga kelancaran upacara, otoritas menutup sejumlah ruas jalan utama di pusat Teheran, membatasi sebagian wilayah udara ibu kota, dan mengurangi aktivitas publik selama prosesi berlangsung.

Source: www.beritasatu.com
Terkait