Korban tewas akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela pada Juni 2026 terus bertambah dan kini mencapai 3.889 orang. Di tengah jumlah korban yang terus meningkat, kekhawatiran baru muncul karena ribuan pengungsi menghadapi risiko wabah penyakit.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodrigues, menyebut sedikitnya 16.740 orang mengalami cedera dan 17.907 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Situasi ini membuat upaya pemulihan pascabencana bergerak beriringan dengan kebutuhan darurat di sektor kesehatan.
Risiko kesehatan di pengungsian
Organisasi Kesehatan Pan Amerika atau PAHO memperingatkan bahwa wilayah pesisir utara Venezuela, yang menjadi area paling terdampak, menghadapi ancaman kesehatan serius. Kekurangan air bersih, layanan kesehatan yang terbatas, dan sanitasi yang buruk disebut menjadi faktor utama yang memperbesar risiko itu.
Direktur PAHO, Jarbas Barbosa, mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, risiko kesehatan terbesar mungkin bukan lagi hanya dari cedera akibat gempa bumi. Ia menekankan gangguan layanan kesehatan, hunian yang padat, minimnya air bersih dan sanitasi, serta berkurangnya akses terhadap vaksinasi dan layanan rutin sebagai ancaman yang perlu diwaspadai.
PAHO kini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Venezuela untuk memperluas cakupan vaksinasi dan memantau kemungkinan wabah penyakit pernapasan serta pencernaan. Fokus pemantauan juga diarahkan ke tempat penampungan, tempat banyak warga kehilangan rumah dan bergantung pada bantuan darurat.
Penyakit mulai meningkat di lapangan
Tenaga medis di komunitas Catia La Mar, Negara Bagian La Guaira, melaporkan adanya peningkatan kasus penyakit kulit dan diare di kalangan pengungsi. Permintaan obat untuk penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi juga ikut naik dalam beberapa hari terakhir.
Menurut petugas kesehatan, kondisi padat di tempat tinggal sementara, akses air bersih yang minim, dan sanitasi yang buruk memperburuk situasi. Masalah-masalah itu bahkan sudah ada di sejumlah wilayah sebelum gempa terjadi, lalu menjadi semakin berat setelah bencana.
Melalui laporan www.beritasatu.com, bencana gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 disebut menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern negara tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, gempa juga merusak permukiman, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur penting di wilayah pesisir utara.
| Data Utama | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Korban tewas | 3.889 | Akibat dua gempa bumi besar |
| Korban cedera | 16.740 | Disampaikan Jorge Rodrigues |
| Pengungsi | 17.907 | Warga terpaksa meninggalkan rumah |
Di tengah angka korban yang masih besar, perhatian kini tidak hanya tertuju pada pencarian dan perawatan korban luka. Ancaman wabah di tempat pengungsian membuat kebutuhan air bersih, sanitasi, vaksinasi, dan layanan kesehatan rutin menjadi semakin mendesak di wilayah terdampak.
