Trump Ancam Hancurkan Iran dengan 1.000 Rudal, Ketegangan Memanas Lagi

Author: Qoo Media

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran setelah hubungan kedua negara memanas lagi. Ia menyebut ribuan rudal sudah disiapkan jika pemerintah Iran berupaya membunuh dirinya.

Ancaman itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Jumat, 10 Juli 2026, waktu setempat. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa “Sebanyak 1.000 rudal telah siap dan dan diarahkan ke Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul” bila Teheran menjalankan ancaman untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden AS yang sedang menjabat.

Perintah Militer Sudah Diterbitkan

Trump juga mengatakan bahwa instruksi kepada militer Amerika Serikat telah diberikan. Ia mengeklaim pasukan AS siap menjalankan operasi selama satu tahun, dengan opsi perpanjangan, untuk menghancurkan seluruh wilayah Iran.

Dalam pernyataan yang sama, Trump menyebut militer AS “siap, bersedia, dan mampu” untuk “sepenuhnya meluluhlantakkan dan menghancurkan seluruh wilayah Iran.” Pernyataan ini menambah tensi di tengah situasi yang memang sudah rapuh dalam beberapa pekan terakhir.

Gencatan Senjata yang Kembali Runtuh

Sebelumnya, Trump mengatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Meski begitu, Washington tetap membuka peluang untuk melanjutkan perundingan yang diajukan Teheran.

Di sisi lain, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Israel telah membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat mengenai dugaan rencana baru Iran untuk membunuh Trump. Informasi itu muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap eskalasi konflik kedua negara.

Peristiwa Isi Utama Keterangan Waktu
Ancaman Trump 1.000 rudal siap diarahkan ke Iran, disusul ribuan rudal lainnya Jumat, 10 Juli 2026 waktu setempat
Instruksi militer AS Pasukan AS disebut siap menjalankan operasi selama satu tahun, dengan opsi perpanjangan Disebut dalam unggahan Truth Social
Situasi diplomatik Trump menyatakan gencatan senjata AS-Iran telah berakhir, tetapi perundingan masih terbuka Setelah pernyataan terbaru Trump

Latar Konflik yang Belum Reda

Pada Juni lalu, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman atau MoU yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan itu ditujukan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.

Isi MoU tersebut mencakup penghentian segera pertempuran di seluruh wilayah konflik, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, situasi kembali memburuk setelah kedua negara saling melancarkan serangan terkait aktivitas pelayaran komersial di selat tersebut pada pekan ini.

Amerika Serikat lebih dulu menyerang sejumlah sasaran di Iran, lalu Teheran membalas dengan serangan terhadap aset-aset AS di berbagai kawasan. Laporan VIVA.co.id menyebut rangkaian aksi balasan itu membuat jalur diplomatik yang sempat dibuka melalui MoU kembali berada di bawah tekanan.

Dengan ancaman terbaru Trump, ketegangan Washington dan Teheran kini kembali bergeser dari ruang diplomasi ke ancaman militer terbuka. Situasi ini membuat masa depan pembicaraan damai yang sebelumnya sudah dibuka tampak semakin tidak pasti.

Source: www.viva.co.id
Terbaru