Iran dan Oman sepakat menjaga jalur dialog di tengah memanasnya situasi di Selat Hormuz. Pembahasan kini diarahkan ke aspek politik, hukum, dan teknis demi memastikan keselamatan navigasi di jalur laut yang sangat vital itu.
Langkah ini muncul setelah perhatian dunia kembali tertuju ke Selat Hormuz, salah satu rute utama distribusi minyak global. Di saat yang sama, ketegangan kawasan masih dibayangi dampak aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Fokus pada keselamatan pelayaran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Oman dan Iran sepakat melanjutkan konsultasi intensif untuk membangun kesepahaman soal keamanan navigasi di Selat Hormuz. “Oman dan Iran sepakat melanjutkan dialog di tingkat politik, hukum, dan teknis untuk mencapai kesepahaman mengenai jaminan keselamatan navigasi di Selat Hormuz,” ujar Baghaei, Minggu (12/7/2026).
Menurut Baghaei, pembahasan mengenai masa depan pengelolaan Selat Hormuz perlu dilakukan melalui koordinasi kedua negara. Ia menyebut perkembangan dalam beberapa bulan terakhir menjadi bagian dari konteks yang ikut dipertimbangkan.
Peran Oman dan Qatar dalam komunikasi kawasan
Kesepakatan melanjutkan dialog itu diperkuat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berkunjung ke Oman pada Sabtu (11/7/2026). Kunjungan tersebut digunakan untuk membahas kondisi keamanan di Selat Hormuz dan langkah lanjutan yang mungkin ditempuh.
Baghaei juga mengungkapkan bahwa Qatar ikut terlibat dalam konsultasi sebagai salah satu mediator dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Kehadiran Qatar menambah jalur diplomasi yang dipantau di tengah situasi yang masih sensitif.
Ketegangan belum mereda
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan berakhir. IRGC juga menyatakan tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz selama kebijakan itu diberlakukan.
Hingga kini, Selat Hormuz tetap menjadi perhatian internasional karena perannya yang sangat penting dalam perdagangan energi dunia. Setiap perkembangan di jalur ini berpotensi memengaruhi arus pelayaran dan stabilitas kawasan yang lebih luas.
Source: www.beritasatu.com






