ISES Kembali Digelar di Kuala Lumpur, Malaysia Bidik Pusat Dialog Energi Bersih

Author: Qoo Media

Kuala Lumpur kembali menjadi panggung utama pembahasan transisi energi di Asia Tenggara. Konferensi tingkat tinggi Internasional Energi Berkelanjutan atau ISES akan digelar lagi tahun ini di ibu kota Malaysia pada 11-12 Agustus.

Ajang yang dihelat Sustainable Energy Development Authority (SEDA) Malaysia itu ditujukan untuk menghidupkan kembali diskusi energi berkelanjutan di kawasan. Dalam pernyataannya, ISES menyebut Malaysia ingin diposisikan sebagai platform utama dialog, inovasi, dan kolaborasi energi berkelanjutan lintas negara.

Malaysia Dorong Peran Regional

ISES 2026 akan berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre dengan tema “Envisioning Sustainable Energy Beyond Borders”. Acara ini juga didukung oleh Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air atau PETRA.

Menurut pernyataan ISES, ajang ini akan mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri, investor, lembaga keuangan, organisasi multilateral, penyedia teknologi, peneliti, dan praktisi energi dari berbagai negara.

Wakil Perdana Menteri Malaysia, YAB Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, dijadwalkan membuka acara secara resmi. Kehadiran itu menegaskan posisi ISES sebagai forum yang mendapat perhatian serius dari pemerintah Malaysia.

Informasi Utama Detail
Penyelenggara Sustainable Energy Development Authority (SEDA) Malaysia
Tanggal 11-12 Agustus
Lokasi Kuala Lumpur Convention Centre
Tema Envisioning Sustainable Energy Beyond Borders
Dukungan Pemerintah Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air (PETRA)

Chief Executive Officer SEDA Malaysia sekaligus Ketua Penyelenggara ISES, YBhg Dato’ Hamzah bin Hussin, mengatakan tema tahun ini membuat ISES bukan sekadar KTT. Ia menekankan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang agar gagasan berkembang menjadi kolaborasi, lalu berlanjut ke investasi dan dampak jangka panjang bagi kawasan.

Ia juga menilai transisi energi tidak lagi menjadi isu yang berdiri sendiri di tiap negara. Menurut Dato’ Hamzah, tantangan perubahan iklim, ketahanan energi, kemajuan teknologi, dan keberlanjutan kini merupakan persoalan bersama yang memengaruhi banyak negara secara kolektif.

Jejak Forum yang Makin Besar

ISES telah tumbuh menjadi salah satu forum terkemuka di kawasan untuk membahas energi berkelanjutan, kebijakan publik, dan kolaborasi industri. Pada penyelenggaraan sebelumnya, forum ini menarik peserta dari 24 negara, melibatkan 52 kedutaan besar, serta mencatat lebih dari 5.800 peserta terdaftar.

Ajang itu juga menghasilkan nilai publikasi media lebih dari RM10 juta. Tahun ini, ISES diperkirakan kembali dihadiri para pemimpin pemerintahan, pembuat kebijakan, pakar industri, pemangku kepentingan internasional, lembaga keuangan, dan investor.

ISES 2026 juga diproyeksikan memberi dampak regional yang lebih besar lewat kolaborasi dengan berbagai platform media internasional. Kerja sama tersebut bertujuan memperluas percakapan tentang energi berkelanjutan melampaui Malaysia dan meningkatkan eksposur di Asia Tenggara serta pasar regional lainnya.

Pendaftaran peserta dan peluang kemitraan untuk ISES 2026 telah dibuka. Informasi lebih lanjut tersedia melalui situs resmi ises.gov.my.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru