14 Juli selalu membawa ingatan pada satu peristiwa yang mengubah arah sejarah Prancis. Penyerbuan penjara Bastille pada 14 Juli 1789 bukan sekadar kerusuhan, melainkan awal dari runtuhnya simbol monarki absolut di bawah Raja Louis XVI.
Di kemudian hari, tanggal itu diperingati sebagai Bastille Day atau La Fête Nationale. Bagi warga Prancis, hari tersebut menjadi penanda bahwa satu serangan terhadap bangunan tua bisa memicu perubahan politik yang jauh lebih besar.
Bastille, dari benteng perang menjadi penjara negara
Menurut BBC yang dikutip Liputan6.com, Bastille pada awalnya adalah benteng era Medieval. Fungsinya untuk melindungi Paris dalam Perang Seratus Tahun antara Inggris dan Prancis.
Pada abad ke-17, bangunan itu dialihfungsikan menjadi penjara negara. Tempat ini dipakai untuk tahanan politik dan tahanan yang menunggu sidang, sehingga siapa pun yang ditahan atas perintah raja nyaris tak punya ruang untuk melawan.
Meski pada 1789 bangunan itu jarang digunakan dan bahkan sebenarnya akan dirubuhkan, Bastille telanjur menjadi simbol monarki kerajaan Prancis. Karena itu, keberadaannya memicu amarah massa yang melihatnya sebagai lambang penindasan.
Serangan yang memantik Revolusi Prancis
Saat kerusuhan pecah, massa menuntut senjata dan amunisi yang tersimpan di Bastille agar mereka bisa mempertahankan diri dari pasukan Louis XVI. Para penjaga menolak, lalu massa menyerbu penjara itu dan membebaskan tujuh narapidana.
Peristiwa tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu kejadian awal dimulainya Revolusi Prancis. Dalam banyak catatan sejarah, momen itu juga dipandang sebagai akhir dari ancien régime atau orde lama.
| Peristiwa | Tanggal | Dampak Utama |
|---|---|---|
| Penyerbuan Bastille | 14 Juli 1789 | Memicu Revolusi Prancis dan melemahkan simbol monarki absolut |
| Pembongkaran Bastille | 1 hari setelah penyerbuan | Warga mulai merobohkan bangunan dan menjual potongannya sebagai suvenir |
| Pembongkaran selesai | 1791 | Lokasi berubah menjadi Place de la Bastille |
| Hari Libur Nasional Prancis | 1880 | 14 Juli ditetapkan sebagai La Fête Nationale |
Dari reruntuhan menjadi perayaan nasional
Setelah penyerbuan itu, warga mulai merobohkan Bastille dengan tangan kosong satu hari kemudian. Potongan bangunan bahkan sempat dijual sebagai suvenir, sebelum akhirnya seluruh bangunan dihancurkan pada 1791.
Bekas lokasinya kini dikenal sebagai Place de la Bastille. Tempat itu menjadi pengingat bahwa simbol kekuasaan yang dulu ditakuti justru berubah menjadi ruang terbuka dalam sejarah kota Paris.
Pada 1880, Prancis menetapkan 14 Juli sebagai Hari Libur Nasional. Perayaannya berisi sambutan para pemimpin, parade militer, dan kembang api, sementara frasa “Vive le 14 Juillet” dipakai sebagai slogan yang bermakna “Hidup 14 Juli!”.
Perayaan Bastille Day juga diikuti negara lain yang memiliki komunitas warga Prancis besar, termasuk Kanada. Di sanalah sejarah, identitas nasional, dan ingatan tentang perubahan politik bertemu dalam satu tanggal yang terus diperingati setiap tahun.
