DP World Siapkan Pelabuhan Baru di Fujairah, Jalur Aman di Luar Selat Hormuz

Author: Qoo Media

DP World menyiapkan langkah besar untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Raksasa logistik milik pemerintah Dubai itu sedang membahas pembangunan pelabuhan serbaguna baru di Fujairah, bersama terminal peti kemas di pelabuhan yang sudah ada di emirat tersebut.

Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya risiko gangguan di jalur air strategis yang selama ini dilalui hampir 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Dengan lokasi di pesisir timur Emirat Arab, fasilitas baru itu akan memberi akses keluar-masuk kargo tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Respons terhadap gangguan jalur laut

Berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip mediaindonesia.com, rencana ini muncul setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan. Penutupan itu terjadi bersamaan dengan langkah Amerika Serikat yang kembali memberlakukan blokade angkatan laut.

Sejak konflik AS-Israel-Iran memanas pada Februari lalu, arus pelayaran di kawasan itu menjadi sangat rentan. Aktivitas di Jebel Ali bahkan sempat merosot drastis hingga 90-95 persen setelah penutupan selat, sehingga DP World mempercepat pencarian koridor perdagangan alternatif.

Fakta Utama Detail
Lokasi proyek Fujairah, pesisir timur Emirat Arab, di Teluk Oman
Bentuk fasilitas Pelabuhan serbaguna baru dan terminal peti kemas
Target operasi Dalam waktu 18 bulan
Investasi awal Ratusan juta dolar AS

Jalur alternatif lewat Teluk Oman

Fasilitas yang diusulkan akan memungkinkan kargo bergerak lewat Teluk Oman tanpa harus menembus titik rawan di Hormuz. Setelah tiba di pelabuhan, peti kemas bisa diteruskan lewat jalur darat menuju Dubai, Abu Dhabi, dan tujuan lain di Teluk.

Seorang pejabat senior perusahaan menyebut fasilitas itu ditargetkan beroperasi dalam 18 bulan. Investasi awalnya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS, dengan peluang ekspansi berikutnya tergantung permintaan di masa depan.

Data lalu lintas maritim yang disebut dalam laporan menunjukkan betapa pentingnya jalur ini. Sebelum konflik, sekitar 135 kapal melewati Selat Hormuz setiap hari, tetapi saat sempat dibuka kembali, jumlah transit harian sulit melampaui 40 kapal karena serangan terhadap pelayaran dan permusuhan yang masih berlangsung.

Jebel Ali tetap menjadi pusat utama

Meski menatap Fujairah sebagai titik alternatif, DP World menegaskan Jebel Ali tidak akan digantikan. Pelabuhan itu tetap menjadi pilar utama ekonomi Dubai, didukung zona perdagangan bebas dan infrastruktur logistik yang luas.

“Jebel Ali akan tetap menjadi Jebel Ali. Kapasitasnya tidak akan pernah dikurangi,” tegas seorang pejabat senior DP World. Artinya, proyek di Fujairah diposisikan sebagai perlindungan tambahan agar arus perdagangan Emirat tetap berjalan saat risiko kawasan meningkat.

Persaingan di pesisir timur

Rencana DP World juga muncul saat pesisir timur Emirat semakin ramai oleh investasi logistik. Gulftainer, operator berbasis di Sharjah, baru-baru ini mengumumkan program investasi senilai US$2 miliar untuk memperluas kapasitas di pelabuhan Khor Fakkan.

Fujairah sendiri sudah memegang peran strategis dalam ekspor energi Emirat, terutama sebagai titik ekspor utama minyak mentah Abu Dhabi yang melewati Selat Hormuz. Jika terealisasi, proyek baru DP World akan semakin memperkuat posisi emirat itu dalam jaringan perdagangan dan logistik nasional.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru