Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran pada Senin malam, 13 Juli 2026 waktu setempat, dan operasi itu berlangsung selama lima jam. Serangan terbaru ini menjadi gelombang ketiga berturut-turut di tengah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebut operasi selesai pada pukul 22.15 waktu Pantai Timur Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya di platform X, CENTCOM mengatakan pasukan AS telah menghantam sejumlah target militer Iran di wilayah yang dianggap strategis.
Lokasi yang diserang
Menurut CENTCOM, sasaran operasi terbaru itu berada di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas. Serangan tersebut disebut dilakukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelayaran komersial di kawasan.
| Wilayah | Status dalam pernyataan CENTCOM | Konteks |
|---|---|---|
| Bushehr | Sasaran serangan | Target militer yang dinilai strategis |
| Chah Bahar | Sasaran serangan | Target militer yang dinilai strategis |
| Jask | Sasaran serangan | Target militer yang dinilai strategis |
| Konarak | Sasaran serangan | Target militer yang dinilai strategis |
| Abu Musa | Sasaran serangan | Target militer yang dinilai strategis |
| Bandar Abbas | Sasaran serangan | Target militer yang dinilai strategis |
Dalam operasi itu, militer Amerika menggunakan amunisi presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai Iran, lokasi rudal dan pesawat nirawak, serta kemampuan maritim yang dimiliki negara tersebut. CENTCOM juga menyebut lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat masih ditempatkan di kawasan Timur Tengah.
“Pasukan Amerika tetap waspada, mematikan, dan siap,” demikian bunyi pernyataan resmi CENTCOM. Pernyataan itu menegaskan bahwa pasukan AS masih siaga jika operasi lanjutan dibutuhkan.
Rekaman serangan ikut dipublikasikan
CENTCOM juga merilis video yang memperlihatkan pesawat militer lepas landas pada malam hari, peluncuran rudal jelajah dari kapal perang, hingga rekaman pengawasan hitam putih yang diklaim menunjukkan serangan ke target di Iran. Namun, lokasi maupun waktu pengambilan video itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Reuters menyebut tidak ditemukan versi video yang dipublikasikan sebelum 13 Juli 2026. Dengan begitu, keaslian waktu dan lokasi rekaman masih belum bisa dipastikan dari publikasi yang tersedia.
Ledakan dilaporkan di beberapa wilayah
Tak lama setelah pengumuman operasi terbaru, sejumlah media Iran melaporkan terdengar ledakan di Bandar Abbas, Pulau Kish, Pulau Qeshm, dan Pulau Abu Musa. Wilayah-wilayah tersebut sebagian sejalan dengan lokasi yang disebut CENTCOM sebagai sasaran serangan.
Hingga laporan ini dibuat, belum ada keterangan rinci mengenai dampak serangan maupun kondisi terbaru di lokasi yang dilaporkan mengalami ledakan. Situasi itu membuat perkembangan di lapangan masih menyisakan banyak tanda tanya.
Ketegangan kawasan terus meningkat
Gelombang serangan terbaru ini memperpanjang eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai aksi saling serang menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Ketegangan juga meningkat setelah Iran pada akhir pekan lalu mengumumkan penutupan jalur perairan strategis yang menjadi rute penting perdagangan energi dunia.
Perkembangan itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas Timur Tengah dan keamanan pelayaran komersial di kawasan. Di saat yang sama, harga minyak dunia ikut terdorong naik seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Meski situasi terus memanas, CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS tetap berada dalam kondisi siaga di kawasan. Dengan puluhan ribu personel militer masih ditempatkan di Timur Tengah, Washington tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan tekanan militer dalam waktu dekat.
