Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe, Target Nuklir Iran yang Tak Tersentuh

Author: Qoo Media

Ancaman terbaru Amerika Serikat terhadap situs nuklir bawah tanah Gunung Pickaxe di Iran memunculkan pertanyaan besar tentang klaim keberhasilan serangan sebelumnya. Fasilitas yang disebut berada di Natanz itu dikabarkan masih bertahan meski gelombang serangan udara tahun lalu sudah menghantam Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Donald Trump secara terbuka memperingatkan Teheran untuk bersiap menghadapi serangan ke kawasan perbukitan granit tersebut. Sikap itu terdengar kontras dengan pernyataan Gedung Putih sebelumnya yang menyebut program nuklir Iran telah dilumpuhkan sepenuhnya.

Target yang sulit dijangkau

Gunung Pickaxe digambarkan sebagai benteng pertahanan yang sangat kokoh, dengan dua jaringan terowongan raksasa di dalamnya. Para ahli geologi dan militer memperkirakan fasilitas rahasia itu berada sekitar 600 meter di bawah lapisan batu granit padat.

Kedalaman tersebut membuat lokasi itu disebut kebal terhadap bom penghancur bunker atau bunker-buster tercanggih milik Pentagon. Karena itu, muncul dugaan bahwa fasilitas ini menjadi salah satu aset paling terlindungi yang dimiliki Teheran.

Lokasi Fakta Utama Konten yang Disebut
Fordow Dihantam serangan udara Termasuk target operasi tahun lalu
Natanz Kompleks nuklir yang sebelumnya rusak Gunung Pickaxe berada dekat area ini
Isfahan Dihantam serangan udara Termasuk target operasi tahun lalu
Gunung Pickaxe Tidak tersentuh serangan tahun lalu Diduga menjadi pusat pengayaan uranium

Ketika jet tempur Amerika Serikat membombardir tiga wilayah utama Iran tahun lalu, Gunung Pickaxe justru tidak tersentuh. Hal ini membuat keberadaan fasilitas tersebut semakin penting dalam peta pertahanan nuklir Iran.

Kontras dengan klaim sebelumnya

Kabar target baru ini juga memicu kebingungan karena Trump sempat menyatakan seluruh infrastruktur pengayaan uranium Teheran telah rata dengan tanah. Pada 25 Juni 2025, ia bahkan menegaskan bahwa gambar satelit menunjukkan kerusakan monumental di semua situs nuklir Iran.

“Kerusakan monumental terjadi di semua situs nuklir di Iran, seperti yang ditunjukkan oleh gambar satelit,” kata Trump pada 25 Juni 2025. “Pemusnahan adalah istilah yang akurat!”

Namun, munculnya Gunung Pickaxe sebagai sasaran baru membuat narasi kemenangan mutlak itu dipertanyakan. Publik kini menyorot kemungkinan adanya miskalkulasi intelijen atau strategi propaganda yang tidak selaras dengan fakta di lapangan.

The Pentagon menyatakan terus memantau pergerakan di situs tersebut meski belum melihat aktivitas mencurigakan. Di saat yang sama, Trump tetap bersikeras bahwa tekanan Washington membuat Iran frustrasi dan enggan membahas program mereka.

“Kita akan menghancurkan Gunung Pickaxe. Katakan pada orang-orang Iran untuk bersiap-siap,” ujar Trump pada hari Senin.

“Kami mengawasi (Gunung Pickaxe) dengan ketat. Kami tidak melihat adanya aktivitas di sana. Situasi nuklir mereka tidak berjalan baik. Setiap kali kami mendengarnya, kami meledakkannya. Jadi mereka tidak suka membicarakannya.”

Fokus global ke respons Iran

Ancaman penghancuran baru ini datang setelah konflik bersenjata antara kedua negara sempat memuncak saat militer Amerika Serikat menggempur Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan itu sebelumnya digambarkan sebagai operasi besar untuk melumpuhkan instalasi nuklir Iran.

Meskipun operasi tersebut diklaim sukses, keberadaan Gunung Pickaxe menunjukkan program nuklir Teheran belum sepenuhnya berhenti. Kini, perhatian global bergeser ke langkah balasan Iran setelah target tersembunyi itu kembali masuk radar serangan Washington.

Source: www.suara.com
Terbaru