Iran Bantah Pembebasan Dena Karari, Teheran Tegaskan Warga AS Itu Mata-Mata

Author: Qoo Media

Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa seorang perempuan warga AS telah dibebaskan dan meninggalkan wilayah Iran dengan selamat. Teheran menegaskan tidak ada “mata-mata Amerika” yang dibebaskan dari penjara.

Pernyataan itu memperlihatkan perbedaan tajam antara narasi Washington dan Teheran mengenai nasib Dena Karari, warga negara AS-Iran yang disebut pengacaranya baru bebas. Karari sebelumnya ditahan saat mengunjungi keluarganya di Iran dan disebut menghadapi tuduhan yang dinilai palsu oleh tim hukumnya.

Pihak kehakiman Iran menyampaikan bantahan tersebut dalam rilis resmi yang dibacakan media pemerintah pada Rabu (16/7). “Tidak ada mata-mata Amerika yang dibebaskan dari penjara,” kata pihak kehakiman Iran dalam pernyataan itu.

Trump sebelumnya menulis di Truth Social bahwa Iran telah mengizinkan seorang warga AS yang ditahan secara tidak sah pada Desember 2024 untuk meninggalkan negara tersebut. Ia mengatakan perempuan itu sudah berada di luar Iran, dalam kondisi aman dan baik.

Pihak Pernyataan Utama Status Perempuan AS
Iran Menyatakan tidak ada mata-mata AS yang dibebaskan dari penjara Disebut sebagai mata-mata
Donald Trump dan pengacara Menyebut seorang warga AS telah diizinkan keluar dari Iran Dinyatakan aman dan dalam perjalanan pulang ke AS

Dalam unggahannya, Trump menyebut pembebasan itu sebagai isyarat niat baik dari Iran. Namun, ia tidak menyebut identitas perempuan tersebut dan hanya menjelaskan bahwa orang itu ditahan pada masa pemerintahan Joe Biden.

Pengacara Jared Genser kemudian mengonfirmasi bahwa perempuan yang dimaksud adalah Dena Karari. Menurut Genser, kliennya kini aman dan sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat setelah bebas berkat upaya yang disebutnya luar biasa dan tanpa henti dari Trump.

Genser menyatakan Karari merupakan warga negara AS-Iran yang menjalankan Children of Mehr Foundation. Organisasi nirlaba itu menggambarkan dirinya di media sosial sebagai lembaga nonpemerintah yang berupaya memberdayakan anak-anak melalui pendidikan, kreativitas, dan kesempatan.

Menurut keterangan pengacaranya, Karari sedang mengunjungi keluarga ketika ia ditahan dan diinterogasi oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran. Genser juga mengatakan Karari mengalami kesulitan fisik serta psikologis yang besar selama berada dalam tahanan.

Perbedaan pernyataan mengenai kasus ini muncul ketika hubungan AS dan Iran kembali berada dalam tekanan tinggi. Pembebasan yang diumumkan pihak AS itu terjadi di tengah serangan pasukan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah pihak menilai serangan AS dapat menjadi alat tekanan dalam upaya negosiasi agar Iran memenuhi tuntutan Washington. Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan AS di negara-negara Arab dan menegaskan belum berniat bernegosiasi.

Laporan www.cnnindonesia.com menyebut bantahan Iran tidak disertai penjelasan lebih lanjut mengenai identitas perempuan yang dimaksud dalam pernyataan kehakiman tersebut. Sementara itu, pihak Karari melalui pengacaranya tetap menyatakan bahwa ia telah bebas dan berada dalam perjalanan menuju AS.

Kasus ini menempatkan Karari di tengah pertarungan narasi dua negara yang sedang menghadapi eskalasi konflik. Iran mempertahankan tudingan spionase, sedangkan pihak AS dan pengacara Karari menyebut penahanannya tidak sah serta berdasarkan tuduhan palsu.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru