Presiden Israel Isaac Herzog secara terbuka menyatakan keinginannya melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi. Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Arabiya, ia menyebut normalisasi hubungan itu sebagai impian pribadinya.
Herzog juga menyampaikan penghormatan kepada Putra Mahkota Mohammed Bin Salman atau MBS. Pernyataan tersebut menempatkan Riyadh sebagai salah satu tujuan penting dalam agenda pendekatan regional yang diinginkan Israel.
"Adalah impian saya untuk melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi. Saya menaruh hormat yang besar kepada Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MBS)," ujar Herzog dalam wawancara yang ditayangkan Kamis (16/7/2026).
Menurut Herzog, Israel menginginkan adanya pendekatan kembali antarbangsa di kawasan. Ia menilai rekonsiliasi tidak cukup berhenti pada hubungan politik, melainkan perlu menyentuh dialog keagamaan dan kebudayaan.
Dialog Yahudi dan Muslim
Herzog menekankan pentingnya kehidupan berdampingan antara umat Yahudi dan Muslim secara damai. Ia memandang dialog yang lebih dalam sebagai unsur penting untuk menjaga keharmonisan regional dalam jangka panjang.
"Saya percaya umat Yahudi dan Muslim perlu hidup berdampingan di kawasan ini dalam damai," kata Herzog. Ia juga berharap suatu saat dapat bertemu secara resmi dengan jajaran kepemimpinan Arab Saudi di Riyadh.
Namun, Herzog mengatakan dirinya tidak dapat datang ke Riyadh hanya sebagai warga biasa. Harapan itu disampaikannya sebagai bagian dari keinginan untuk mewujudkan perdamaian resmi dengan Arab Saudi pada waktu yang tepat.
Menoleh pada Abraham Accords
Dalam penjelasannya, Herzog mengaitkan harapan tersebut dengan hubungan diplomatik Israel bersama sejumlah negara Arab lain. Ia menyebut Abraham Accords sebagai contoh bahwa hubungan semacam itu dapat berjalan dengan sukses.
Herzog menyatakan Israel merasa senang dan bangga atas hubungan dengan Maroko, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Menurutnya, hubungan tersebut menunjukkan peluang bagi terbentuknya kerja sama yang lebih luas di kawasan.
| Negara | Penilaian Herzog |
|---|---|
| Maroko | Bagian dari hubungan diplomatik yang dibanggakan Israel |
| Bahrain | Contoh hubungan yang dinilai berhasil terjalin |
| Uni Emirat Arab | Bagian dari hubungan yang disebut kokoh oleh Israel |
Selain isu regional, wawancara itu turut membahas kemitraan strategis Israel dengan Amerika Serikat. Herzog mengatakan hubungan kedua negara tetap berjalan baik, meski perbedaan pandangan taktis terkadang muncul.
Ia menggambarkan adanya dialog yang erat, terutama dalam ruang tertutup. Herzog menilai perbedaan itu bersifat taktis, bukan perubahan terhadap gambaran besar kerja sama Israel dan AS.
Herzog turut menyebut Iran dan kelompok proksinya dalam konteks tantangan keamanan yang dihadapi Israel. Ia mengatakan kedua negara memahami ancaman tersebut, sembari menyinggung pandangan pihak di Teheran terhadap AS dan Israel.
Presiden Israel itu menyatakan penghormatan kepada Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta jajaran pemerintahan Trump. Ia optimistis kerja sama dengan AS dapat membantu mendorong stabilitas geopolitik yang lebih luas.
Seperti dilaporkan Kompas.com yang mengutip Jerusalem Post, Herzog memandang konektivitas antara Timur dan Barat sebagai gambaran besar yang perlu didorong bersama oleh AS, Eropa, dan pihak lain. Bagi Herzog, perdamaian dengan Arab Saudi akan sejalan dengan arah pendekatan regional tersebut.
Source: www.kompas.com






