Trump Ancam Cabut Izin Siar NBC dan ABC Usai Pidato Pemilu Tak Ditayangkan

Author: Qoo Media

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam pencabutan izin siar NBC dan ABC setelah kedua jaringan itu tidak menayangkan langsung pidatonya mengenai keamanan pemilu. Ancaman tersebut muncul ketika Trump menuduh media itu sengaja menutup-nutupi isu yang ia kaitkan dengan kecurangan pemilu.

Pernyataan itu kembali menyoroti batas antara kekuasaan politik, kewenangan regulator, dan kebebasan pers di Amerika Serikat. Sebab, keputusan jaringan televisi untuk tidak menayangkan pidato presiden secara langsung bukan pelanggaran yang otomatis dapat berujung pada pencabutan izin siar.

Pilihan Jaringan Menyiarkan Pidato Trump

Pidato yang menjadi sorotan berisi klaim Trump bahwa China secara ilegal mengakses jutaan data pemilih dalam upaya yang lebih luas untuk memanipulasi pemilu AS pada 2018 dan 2020. NBC, ABC, dan CNN memilih tidak menayangkannya secara langsung, sedangkan sejumlah jaringan lain memberikan siaran penuh atau sebagian.

Jaringan Penayangan Langsung Keterangan
NBC Tidak Tetap menayangkan pernyataan Trump melalui kanal streaming
ABC Tidak Tetap menayangkan pernyataan Trump melalui kanal streaming
CNN Tidak Tidak menyiarkan pidato secara langsung
CBS Sebagian atau penuh Memilih menayangkan pidato setidaknya sebagian
MS NOW Sebagian atau penuh Memilih menayangkan pidato setidaknya sebagian
Fox News Sebagian atau penuh Memilih menayangkan pidato setidaknya sebagian

Menurut laporan www.kompas.com yang mengutip Politico, Trump secara khusus menargetkan NBC dan ABC dalam pidatonya. Ia menyebut keputusan kedua jaringan itu sebagai langkah yang jarang terjadi dan mengaitkannya dengan tudingan kecurangan pemilu.

“Dalam langkah yang jarang terjadi, NBC dan ABC, media berita palsu, sama-sama menyatakan tidak akan meliput pidato ini. Mereka tahu ini soal apa,” ujar Trump. Ia kemudian melanjutkan, “Kecurangan seperti ini seharusnya berarti pencabutan izin siar mereka.”

Jaringan Televisi Tidak Wajib Menayangkan Pidato

Jaringan televisi pada dasarnya tidak diwajibkan menayangkan pernyataan presiden pada jam tayang utama. Presiden AS sebelumnya umumnya menggunakan pidato besar semacam itu untuk membahas krisis nasional atau momen yang dianggap sangat penting.

Media memang sering memberi siaran langsung untuk pidato presiden, tetapi terdapat sejumlah pengecualian. Keputusan NBC dan ABC kali ini juga bukan pertama kalinya jaringan televisi memilih untuk tidak menayangkan pidato politik secara langsung.

Pada 2022, sejumlah jaringan pernah menolak menyiarkan pidato Presiden Joe Biden mengenai ancaman terhadap demokrasi. ABC, CBS, dan NBC juga tidak menayangkan pidato primetime Presiden Barack Obama pada 2014 yang membahas isu imigrasi.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan editorial tetap berperan dalam menentukan apakah sebuah pidato disiarkan secara langsung. Penolakan terhadap siaran langsung tidak berarti pernyataan presiden sepenuhnya diabaikan, seperti terlihat dari pilihan NBC dan ABC menayangkannya lewat layanan streaming.

Ancaman yang Berulang dan Batas Wewenang FCC

Ancaman pencabutan izin siar bukan pertama kali dilontarkan Trump terhadap media yang pemberitaannya dianggap merugikan dirinya. Ia sebelumnya juga pernah menyampaikan gagasan serupa terhadap jaringan televisi yang dinilai memberikan liputan negatif.

Trump bahkan pernah menyebut ABC seharusnya kehilangan izin siarnya setelah pembawa acara larut malam Jimmy Kimmel diskors menyusul kematian Charlie Kirk. Pada Desember 2025, Trump juga menulis di media sosial bahwa jaringan dengan pemberitaan yang hampir 100 persen negatif semestinya dibredel.

Namun, Ketua Federal Communications Commission, Brendan Carr, memiliki kewenangan terbatas untuk secara sepihak mencabut izin siar jaringan televisi. Kewenangan itu dibatasi oleh Communications Act, yang mengatur peninjauan izin siar, serta Amandemen Pertama Konstitusi AS yang melindungi kebebasan pers.

Dengan batas hukum tersebut, ancaman Trump tidak serta-merta dapat diwujudkan melalui keputusan regulator. Hingga laporan itu diterbitkan, FCC belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi mengenai pernyataan Trump tersebut.

Source: www.kompas.com
Terbaru