Trump Ungkap Dokumen Internal FBI, Dugaan Shadow Government dan Jejak China

Author: Qoo Media

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap dokumen internal yang, menurutnya, memperlihatkan percakapan mencurigakan di lingkungan Federal Bureau of Investigation atau FBI. Dalam pidato primetime di Gedung Putih, Trump menuding ada unsur “shadow government” atau pemerintahan bayangan di lembaga tersebut.

Tuduhan itu turut dikaitkan dengan informasi intelijen mengenai dugaan upaya China memengaruhi pemilu AS. Namun, materi yang disampaikan Trump berfokus pada isi komunikasi internal dan penarikan kembali sebuah laporan intelijen.

Dokumen Internal Jadi Sorotan

Trump mengatakan dokumen yang ia miliki memuat komunikasi di antara pejabat FBI mengenai penanganan informasi sensitif. Salah satu nama yang disebutnya adalah Nikki Floris, seorang pejabat FBI yang diklaim menulis bahwa dirinya pada dasarnya menjalankan pemerintahan bayangan di FBI.

“Dia menulis bahwa dirinya pada dasarnya menjalankan pemerintahan bayangan di FBI,” ujar Trump, sebagaimana dikutip NY Post. Pernyataan tersebut menjadi inti dari tudingan Trump mengenai adanya kekuatan internal yang bekerja di luar jalur yang ia anggap semestinya.

Dokumen itu disebut dirilis oleh Gedung Putih setelah pidato tersebut. Isinya memperlihatkan adanya laporan intelijen yang kemudian ditarik kembali, dengan topik terkait aktivitas China yang diduga berupaya memengaruhi pemilu Amerika Serikat.

Perdebatan soal Informasi Intelijen

Selain laporan yang ditarik, sejumlah email internal disebut menunjukkan perbedaan pandangan mengenai isi Presidential Daily Brief atau PDB. PDB merupakan materi intelijen harian yang menjadi bagian dari pembahasan di tingkat presiden.

Salah satu pejabat dalam komunikasi tersebut disebut menulis bahwa laporan itu sengaja “diolah” agar tidak secara langsung mengaitkannya dengan pemilu. Detail ini digunakan Trump untuk memperkuat kritiknya terhadap cara informasi mengenai dugaan campur tangan asing ditangani.

Menurut laporan www.suara.com, percakapan internal yang diungkapkan itu menempatkan isu China sebagai salah satu pokok perdebatan. Akan tetapi, dokumen yang disebut dalam pidato tersebut tidak dijabarkan lebih jauh mengenai hasil akhir penilaian intelijen atas dugaan aktivitas itu.

Trump Kembali Menyoroti Pemilu 2020

Trump juga kembali menyinggung pemilu 2020 yang dimenangi Joe Biden. Ia menilai informasi penting mengenai dugaan campur tangan asing semestinya disampaikan dengan lebih transparan pada periode tersebut.

Salah satu komunikasi internal yang dikutip menyatakan bahwa informasi itu seharusnya dapat memperjelas keterlibatan China dalam upaya memengaruhi pemilu. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari dokumen yang menjadi dasar tudingan Trump, bukan sebagai rincian temuan baru yang dijelaskan secara terpisah dalam pidatonya.

Pidato di Gedung Putih itu dihadiri sekitar 55 orang di East Room. Wakil Presiden JD Vance serta sejumlah anggota kabinet termasuk di antara pejabat yang hadir untuk menyaksikan penyampaian pernyataan Trump.

Kemunculan kembali isu ini memperlihatkan bahwa Trump masih menempatkan penanganan intelijen dan pemilu 2020 sebagai bagian penting dari kritik politiknya. Fokus utamanya kali ini adalah dugaan bahwa informasi mengenai China tidak ditampilkan secara terbuka dalam proses internal FBI.

Source: www.suara.com
Terbaru