Rusia Hujani Ukraina dengan Rudal dan Drone, Serangan Besar Tewaskan 8 Orang

Author: Qoo Media

Gelombang rudal balistik dan drone Rusia kembali menghantam sejumlah wilayah Ukraina, menewaskan sedikitnya delapan orang serta melukai puluhan lainnya. Serangan ini menyasar Kyiv, Kharkiv, Zaporizhzhia, dan Sumy, memperlihatkan tekanan udara yang terus meningkat di tengah perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan ke Kyiv sebagai salah satu serangan rudal balistik terbesar sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 2022. Pertahanan udara Ukraina mengaku berhasil mencegat sebagian ancaman, tetapi sejumlah bangunan dan fasilitas sipil tetap mengalami kerusakan.

Korban Tewas di Empat Wilayah

Empat orang tewas di Kharkiv, wilayah timur laut Ukraina, setelah serangan menghantam sebuah terminal pos di pinggiran kota. Kepala wilayah Kharkiv Oleh Syniehubov mengatakan para korban merupakan empat pria berusia 24 hingga 62 tahun, sementara beberapa korban luka berada dalam kondisi serius.

Seorang perempuan lanjut usia meninggal di Kyiv, sedangkan dua orang tewas di Zaporizhzhia dan satu korban jiwa dilaporkan di Sumy. Data tersebut menjadikan sedikitnya delapan orang meninggal akibat serangan terbaru di berbagai wilayah Ukraina.

Wilayah Korban Tewas Dampak yang Dilaporkan
Kharkiv 4 orang Terminal pos di pinggiran kota terkena serangan
Kyiv 1 orang Bangunan dan fasilitas sipil mengalami kerusakan
Zaporizhzhia 2 orang Korban jiwa dilaporkan di wilayah selatan
Sumy 1 orang Korban jiwa dilaporkan di wilayah timur laut

Menurut laporan yang dikutip www.liputan6.com, militer Ukraina menyatakan sistem pertahanan udara di ibu kota menembak jatuh 18 dari 41 rudal yang diluncurkan. Sistem itu juga disebut mencegat 108 drone dalam serangan semalam.

Angkatan udara Ukraina menyebut Rusia menggunakan sejumlah jenis persenjataan, termasuk rudal Iskander, rudal hipersonik Zircon, dan 125 drone. Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko mengatakan bangunan permukiman dan nonpermukiman terdampak, termasuk supermarket serta asrama.

Dua gudang di Kyiv masih dilaporkan terbakar dan menjadi sasaran upaya pemadaman petugas. Kementerian Situasi Darurat Ukraina juga menyatakan sebuah pusat logistik di distrik Bucha, dekat Kyiv, terkena serangan hingga menyebabkan dua orang terluka.

Intensitas Serangan Rusia Meningkat

Dalam pesan di Telegram, Zelenskyy mengatakan Rusia telah menggunakan sekitar 1.450 drone serang, lebih dari 1.640 bom berpemandu, serta 99 rudal dari berbagai jenis terhadap Ukraina selama sepekan terakhir. Ia menegaskan perlindungan dari rudal balistik kini menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi Kyiv.

"Perlindungan terhadap rudal balistik adalah prioritas utama kami saat ini," kata Zelenskyy. "Pencegat rudal dibutuhkan setiap hari."

Tekanan udara Rusia terjadi ketika Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi di Rusia. Kyiv menyatakan fasilitas minyak dan gas merupakan target sah karena ekspor bahan bakar fosil dinilai penting bagi pembiayaan invasi Rusia.

Serangan Balasan ke Infrastruktur Minyak

Zelenskyy mengatakan unit dinas keamanan SBU menyerang tiga depot minyak di wilayah Stavropol secara bersamaan, sementara angkatan bersenjata Ukraina menyerang satu fasilitas sektor bahan bakar lain di wilayah yang sama. Gubernur Stavropol menyatakan serangan drone itu memicu kebakaran di kawasan industri.

Ukraina juga menyatakan telah menyerang tiga kapal tanker minyak Rusia yang disebut bagian dari “shadow fleet” di Laut Hitam. Zelenskyy menyebut sasaran-sasaran itu sebagai target yang membiayai agresi Rusia.

Di Laut Hitam, angkatan laut Ukraina menyatakan lima orang tewas setelah kapal kargo sipil milik Turki yang membawa gandum dihantam rudal Rusia. Rusia belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut.

Caspian Pipeline Consortium menyatakan terminalnya, yang mengangkut minyak Kazakhstan dari Laut Kaspia ke pelabuhan Novorossiysk, ikut terdampak serangan. Dua kapal tanker mengalami kerusakan sehingga pemuatan minyak dihentikan, meski perusahaan menyatakan tidak ada korban luka maupun tumpahan minyak.

Ukraina sebelumnya menyatakan hampir 43% kapasitas pengolahan minyak Rusia telah dinonaktifkan akibat serangan terhadap infrastruktur energi. Angka itu belum dapat diverifikasi secara independen, sementara serangan udara Rusia terhadap kota-kota Ukraina terus mendorong Kyiv meminta tambahan pencegat rudal balistik dari negara-negara Eropa.

Source: www.liputan6.com
Terbaru