Argentina Gagal Pertahankan Gelar, Kekalahan dari Spanyol Picu Rusuh Buenos Aires

Author: Qoo Media

Kekalahan Argentina pada final Piala Dunia FIFA 2026 berujung kerusuhan di sejumlah wilayah Buenos Aires. Suporter meluapkan kekecewaan setelah tim berjuluk Tim Tango itu kalah 0-1 dari Spanyol pada pertandingan puncak, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

Situasi paling tegang terjadi di kawasan Obelisco, monumen ikonik yang lazim menjadi titik perayaan kemenangan tim nasional Argentina. Seusai laga, kawasan tersebut justru berubah menjadi pusat bentrokan antara massa dan aparat keamanan.

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata serta mengerahkan water cannon untuk membubarkan kerumunan. Sejumlah suporter dilaporkan melempar botol kaca dan benda lain ke arah petugas di tengah upaya pengendalian massa.

Setidaknya 15 orang diamankan setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan. Laporan www.beritasatu.com menyebut kericuhan muncul ketika kekecewaan atas kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara dunia meluas di ibu kota.

Final Ketat hingga Babak Tambahan

Pertandingan final digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, dan berlangsung ketat sejak awal. Argentina serta Spanyol tidak mampu mencetak gol selama waktu normal sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Tim Hasil Final Catatan Penting
Argentina Kalah 0-1 Gagal mempertahankan gelar juara dunia
Spanyol Menang 1-0 Meraih gelar Piala Dunia kedua

Gol penentu kemenangan Spanyol tercipta pada menit ke-106. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak satu-satunya gol dalam laga tersebut dan memastikan La Roja menang 1-0.

Hasil itu membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah. Tim asuhan Luis de la Fuente juga melanjutkan catatan prestasi setelah sebelumnya menjuarai UEFA Euro 2024.

Perjalanan Spanyol sepanjang turnamen turut menjadi perhatian karena mereka hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan. Ketangguhan pertahanan itu menjadi salah satu fondasi keberhasilan mereka mencapai gelar tertinggi sepak bola dunia.

Scaloni Minta Argentina Menerima Kekalahan

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku sedih dengan hasil final, tetapi tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai pencapaian hingga partai puncak membutuhkan upaya yang besar dari seluruh skuad.

“Saya merasa sedih sekarang. Namun di atas segalanya, saya memiliki rasa terima kasih yang tak terhingga kepada anak-anak ini, karena mencapai sejauh ini membutuhkan usaha yang luar biasa,” kata Scaloni seusai pertandingan.

Scaloni juga menyerukan agar masyarakat Argentina menyikapi kekalahan tersebut dengan lapang dada. Menurutnya, tim tetap perlu dihargai karena telah memberikan seluruh kemampuan dalam perjalanan mempertahankan gelar.

“Kita hebat dalam kemenangan dan kita harus hebat dalam kekalahan, serta mengingat apa yang telah kita lakukan. Kita telah memberikan segalanya,” tutur Scaloni. Pesan itu muncul ketika kekecewaan suporter di Buenos Aires berubah menjadi gangguan keamanan di sejumlah titik kota.

Kekalahan ini menghentikan upaya Timnas Argentina untuk kembali menjadi juara dunia. Di sisi lain, Spanyol mengakhiri final dengan kemenangan tipis yang sekaligus menegaskan keberhasilan mereka dalam turnamen tersebut.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru