Hujan Sebulan Tumpah dalam Sejam, Chile Darurat saat Banjir Isolasi Warga

Curah hujan yang lazimnya turun selama sebulan dilaporkan jatuh hanya dalam satu jam di wilayah utara Chile. Intensitas ekstrem itu memicu banjir, meluapkan sungai, dan membuat sejumlah permukiman terisolasi.

Pemerintah Chile kemudian menetapkan status darurat setelah bencana tersebut menewaskan lima orang. Empat orang masih dilaporkan hilang, sementara lebih dari 1.100 rumah terdampak dalam beberapa hari terakhir.

DampakData yang DilaporkanKondisi di Lapangan
Korban jiwa5 orang meninggal4 orang masih hilang
PermukimanLebih dari 1.100 rumah rusakSejumlah warga terisolasi
Layanan dasarPasokan air bersih tergangguPemadaman listrik dan lumpur memperparah situasi

Status darurat diumumkan Presiden Chile Jose Antonio Kast pada Senin (20/7/2026) waktu setempat. Langkah itu diambil karena kondisi di wilayah terdampak dinilai semakin serius.

Dengan status tersebut, pemerintah dapat mengerahkan militer dan mempercepat mobilisasi bantuan ke daerah bencana. Pemerintah juga memiliki kewenangan untuk membatasi kebebasan bergerak warga bila diperlukan.

Wilayah kering dilanda hujan tidak biasa

Hujan deras mulai mengguyur Coquimbo dan Atacama sejak Rabu (15/7/2026). Kedua wilayah di utara Chile itu dikenal beriklim kering, sehingga curah hujan setinggi ini tergolong sangat jarang terjadi.

Banjir membuat sejumlah sungai meluap dan memutus akses jalan menuju permukiman. Kondisi itu menyulitkan warga serta menghambat penyaluran kebutuhan dasar ke lokasi yang terisolasi.

Lumpur dan pemadaman listrik juga mengganggu distribusi air bersih di Coquimbo. Gangguan layanan dasar menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi warga setelah hujan ekstrem melanda kawasan tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri Chile Maximo Pavez menggambarkan besarnya intensitas hujan yang turun dalam waktu sangat singkat. “Apa yang biasanya turun dalam sebulan, jatuh hanya dalam satu jam,” kata Pavez kepada wartawan.

Menurut laporan www.kompas.com yang mengutip France24, Pavez menyebut peristiwa itu sebagai hujan yang tidak normal dan ekstrem. Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa besar perbedaan antara pola hujan biasa dan kondisi yang terjadi saat bencana.

Pemantauan cuaca dan pencarian terus dilakukan

Badan meteorologi nasional Chile juga menilai fenomena tersebut sebagai kejadian langka. Arnaldo Zuniga dari lembaga itu mengatakan kepada AFP bahwa Chile belum mengalami curah hujan sebesar ini dalam dua dekade terakhir.

“Kita belum pernah mengalami situasi seperti ini selama bertahun-tahun,” ujar Zuniga. Otoritas setempat kini terus memantau perkembangan cuaca di wilayah utara negara itu.

Tim pencarian masih berupaya menemukan empat orang yang hilang setelah hujan deras dan banjir melanda. Di saat bersamaan, pemerintah berfokus memulihkan akses jalan serta pasokan air bersih bagi warga yang terdampak dan terisolasi.

Source: www.kompas.com
Terkait