Trump Jamin Netanyahu Tak Akan Ditangkap di AS, Menepis Ancaman New York

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Benjamin Netanyahu tidak akan menghadapi penangkapan selama berada di Amerika Serikat. Pernyataan itu menjadi respons langsung terhadap wacana penahanan pemimpin Israel tersebut apabila datang ke New York.

Trump menyampaikan sikapnya melalui unggahan di Truth Social. “Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dalam bentuk atau cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat,” tulis Trump.

Pernyataan Tegas dari Trump

Penegasan itu muncul setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang yang “seharusnya berada di Den Haag.” Pernyataan Mamdani tersebut disampaikan dalam wawancara dengan The New York Times pada Sabtu, 18 Juli.

Trump juga mengaitkan Netanyahu dengan situasi konflik yang melibatkan Iran. Menurutnya, Netanyahu sedang berjuang menghadapi Republik Islam Iran.

Presiden AS itu menyatakan pihak yang seharusnya dipenjara adalah para pemimpin Iran. Ia menilai mereka telah membawa negara tersebut ke dalam “pusaran kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Trump menambahkan persoalan tersebut semestinya sudah ditangani sejak bertahun-tahun lalu oleh presiden-presiden Amerika Serikat sebelumnya. Pernyataan itu memperlihatkan pembelaan terbuka Trump terhadap Netanyahu di tengah perdebatan soal kemungkinan tindakan hukum di New York.

Wacana Penahanan di New York

Mamdani sebelumnya menyatakan akan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di Kota New York. Ia mengatakan pembahasan sedang berlangsung mengenai kewenangan pemerintah kota berdasarkan aturan setempat terkait janji untuk menahan Netanyahu.

Wacana itu berpusat pada kemungkinan kunjungan Netanyahu ke New York. Namun, Trump kini menyatakan secara eksplisit bahwa pemimpin Israel itu tidak akan ditangkap di wilayah Amerika Serikat.

Menurut laporan www.viva.co.id, Mamdani telah menyampaikan posisi serupa sebelum menjadi wali kota. Pada September 2025, ketika masih berstatus calon wali kota, ia mengatakan akan mengeluarkan surat perintah penangkapan apabila terpilih dan Netanyahu datang ke New York.

Janji tersebut kembali menjadi perhatian setelah Mamdani menegaskan pandangannya mengenai Netanyahu dalam wawancara terbaru. Di sisi lain, Trump memilih menolak kemungkinan itu secara menyeluruh, tanpa membatasi bentuk maupun cara penangkapan yang dimaksud.

Kontras Sikap Dua Tokoh

Pernyataan Trump dan Mamdani menunjukkan perbedaan sikap tajam terhadap Netanyahu. Mamdani menyoroti kewajiban hukum yang menurutnya berlaku di New York, sementara Trump menekankan jaminan bahwa Netanyahu tidak akan ditahan di Amerika Serikat.

Belum ada rincian lebih lanjut dalam pernyataan yang dikutip mengenai hasil pembahasan kewenangan pemerintah Kota New York. Namun, isu kemungkinan kedatangan Netanyahu ke kota itu telah menjadi titik utama dalam perdebatan antara janji Mamdani dan sikap tegas Trump.

Source: www.viva.co.id
Terkait