Hibah Giuseppe Garibaldi Bukan Sekadar Kapal, Italia Bidik Kontrak Pertahanan Rp25 T

Hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia disebut memiliki nilai strategis yang jauh melampaui nilai kapal itu sendiri. Media Italia menilai langkah tersebut berkaitan dengan peluang paket kerja sama industri pertahanan senilai sekitar 1,53 miliar euro atau lebih dari Rp25 triliun.

Rapat Paripurna DPR RI telah menyetujui penerimaan satu unit kapal induk dari Pemerintah Italia itu. Persetujuan diambil secara bulat setelah pembahasan di Komisi I DPR RI.

Nilai Hibah dan Kontrak yang Dibidik

Menurut laporan Infodifesa.it yang terbit pada 11 Maret 2026, Giuseppe Garibaldi sebelumnya sempat ditawarkan dengan harga sekitar 450 juta dolar AS. Namun, nilai sisa kapal tersebut diperkirakan hanya sekitar 54 juta euro.

Perbedaan nilai itu menjadi salah satu alasan mengapa skema hibah dipandang menguntungkan bagi Italia. Kapal induk tersebut dapat membuka jalan bagi kerja sama pertahanan yang lebih besar dengan Indonesia.

KomponenNilai atau JumlahKeterangan
Nilai paket kerja sama1,53 miliar euroPeluang proyek industri pertahanan Italia
Nilai sisa Giuseppe Garibaldi54 juta euroPerkiraan nilai kapal
Biaya perawatan saat bersandar5 juta euro per tahunJika kapal tidak digunakan
Biaya pembongkaran18,7 juta euroJika kapal tidak diserahkan

Paket yang dibidik Italia disebut mencakup penjualan enam kapal selam produksi Drass. Kerja sama itu juga meliputi 24 pesawat latih M-346 buatan Leonardo serta pesawat patroli maritim.

Perusahaan galangan Fincantieri juga sebelumnya telah mengamankan kontrak kapal perang dari Indonesia. Dalam konteks tersebut, hibah Giuseppe Garibaldi dinilai menjadi bagian dari jalur kerja sama yang lebih luas.

Persetujuan DPR dan Rencana TNI AL

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Djiwandono, menyatakan seluruh fraksi menyepakati usulan penerimaan alpalhankam dari luar negeri. Ia mengatakan, “Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri.”

Persetujuan itu merujuk pada surat Menteri Pertahanan RI bernomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026. Surat tersebut mengajukan penerimaan hibah satu unit kapal induk dari Italia.

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengajukan skema hibah itu kepada parlemen Italia sebagai bagian dari kerja sama pertahanan. Dokumen resmi Italia menyebut langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kolaborasi antara angkatan bersenjata kedua negara.

Menurut ulasan Infodifesa.it, konfirmasi mengenai status hibah datang dari pihak Indonesia. Pejabat Kementerian Pertahanan disebut menyatakan anggaran yang sebelumnya disiapkan tidak lagi diarahkan untuk membeli kapal, melainkan memodifikasi dan mengoperasikannya sesuai kebutuhan TNI AL.

Kapal sepanjang 180 meter itu direncanakan diubah menjadi platform yang lebih modern. Salah satu perannya adalah mendukung operasi drone udara dan laut dalam rencana penguatan armada maritim Indonesia.

Kapal Veteran yang Dipensiunkan Italia

Giuseppe Garibaldi diluncurkan pada 1985 dan pernah menjadi salah satu kapal penting Angkatan Laut Italia. Kapal ini tercatat terlibat dalam sejumlah operasi militer internasional, termasuk di Somalia dan Libya.

Italia memensiunkan kapal tersebut pada 2024 setelah hadirnya kapal generasi baru yang lebih modern. Jika hanya dibiarkan bersandar tanpa digunakan, biaya perawatannya disebut dapat mencapai sekitar 5 juta euro setiap tahun.

Opsi pembongkaran juga bukan pilihan murah bagi Italia karena biayanya dapat mencapai 18,7 juta euro. Faktor biaya ini menambah pertimbangan di balik keputusan untuk menyerahkan kapal kepada Indonesia.

Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan di Italia. Dewan Kota Taranto berharap Giuseppe Garibaldi dapat dijadikan museum terapung untuk mendukung pariwisata lokal, sementara sejumlah politisi oposisi menilai kapal itu seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan domestik.

Source: www.suara.com
Terkait