Makhluk Laut Kecil Ini Dapat Bantu Atasi Pemanasan Global, Simak Penjelasannya!

Author: Qoo Media

Makhluk laut kecil yang biasanya dianggap sepele, yakni zooplankton, ternyata menyimpan potensi besar dalam upaya melawan pemanasan global. Penelitian terbaru menyoroti bagaimana zooplankton di Samudra Selatan, khususnya di sekitar Antarktika, berkontribusi besar terhadap penyimpanan karbon melalui mekanisme yang unik dan mengagumkan.

Zooplankton adalah organisme mikroskopis hingga beberapa milimeter yang memainkan peran penting dalam ekosistem laut. Mereka mengkonsumsi fitoplankton yang telah menyerap karbon dioksida (CO2) melalui fotosintesis. Proses ini menghasilkan lemak yang disimpan di tubuh zooplankton. “Lemak mereka seperti baterai. Saat mereka menghabiskan musim dingin di laut dalam, mereka hanya diam dan membakar karbon ini secara perlahan,” jelas Prof. Daniel Mayor dari Universitas Exeter.

Proses unik ini dikenal dengan istilah “pompa migrasi vertikal musiman.” Ketika zooplankton tenggelam ke kedalaman lebih dari 500 meter, mereka membawa karbon dari permukaan laut, yang kemudian dilepaskan jauh di dalam laut. Diperkirakan, mekanisme ini akan mengamankan sekitar 65 juta ton karbon dari atmosfer setiap tahunnya, setara dengan emisi yang dihasilkan oleh 55 juta mobil bensin.

Namun, keberadaan pahlawan kecil ini tengah dihadapkan pada ancaman serius. Pemanasan laut akibat perubahan iklim, penangkapan krill secara besar-besaran, dan cuaca ekstrem menjadi beberapa faktor yang mengancam populasi zooplankton. “Semua ancaman ini bisa berdampak besar pada kemampuan zooplankton untuk menjalankan fungsi penting mereka dalam siklus karbon,” ujar Prof. Angus Atkinson, salah seorang peneliti dalam studi tersebut.

Krill, yang merupakan salah satu spesies zooplankton, mengalami penangkapan hampir setengah juta ton pada tahun 2020 untuk berbagai keperluan industri, meski praktik ini banyak dikritik oleh aktivis lingkungan. Dengan menurunnya jumlah krill, keseimbangan ekosistem laut berpotensi terganggu, yang pada gilirannya mempengaruhi organisme lain yang bergantung pada mereka.

Peneliti menekankan bahwa pemahaman terhadap peran zooplankton dalam siklus karbon perlu dimasukkan dalam model-model prediksi iklim global. “Jika pompa biologis ini tidak ada, tingkat CO2 atmosfer bisa dua kali lipat dari sekarang,” ungkap Prof. Atkinson. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Limnology and Oceanography, yang menunjukkan pentingnya zooplankton bukan hanya sebagai pengatur ekosistem laut, tetapi juga sebagai faktor yang sangat signifikan dalam perubahan iklim global.

Dalam konteks perubahan iklim yang semakin mendesak, makin penting bagi kita untuk melindungi dan memahami makhluk-makhluk kecil ini. Pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan, perlindungan habitat laut, dan upaya mitigasi pemanasan global menjadi langkah-langkah penting yang perlu diambil.

Dengan meningkatnya pemahaman tentang kontribusi zooplankton terhadap penyimpanan karbon, diharapkan masyarakat internasional dan para pembuat kebijakan akan lebih mengedepankan perlindungan terhadap makhluk kecil namun vital ini. Melalui upaya kollektivitas, kita bisa berkontribusi dalam penyelamatan planet ini dari ancaman pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan.

Terbaru