Doni Tata Pradita Pernah Jadi Pembuka Jalan MotoGP Indonesia, Kini Bantu Lahirkan Rider Baru

Author: Qoo Media

Jauh sebelum nama Mario Aji atau Veda Ega Pratama mencuat, Doni Tata Pradita sudah lebih dulu membawa bendera Indonesia ke ajang balap dunia. Ia menjadi representasi Indonesia di MotoGP lewat kelas 125 cc dan 250 cc pada 2005 hingga 2008.

Perjalanan Doni tidak selalu mulus, tetapi jejaknya tetap penting dalam sejarah balap Indonesia. Kini, kabar terbarunya justru datang dari peran di balik layar, setelah ia beralih dari pembalap ke dunia pembinaan dan manajemen tim.

Jejak Doni Tata di MotoGP

Doni Tata mulai menekuni balap setelah tampil di Yamaha ASEAN Cup 110 cc 4T underbone regional Yamaha pada 2003 untuk kelas pemula. Pada tahun pertamanya, ia langsung jadi juara dan kembali meraih hasil serupa di musim berikutnya.

Performa itu membuat tim MotoGP meliriknya. Doni kemudian masuk ke ajang MotoGP melalui jalur wild card di kelas 125 cc bersama Yamaha Indonesia selama tiga tahun, dari 2005 sampai 2007.

Periode Kelas Hasil penting
2005-2007 125 cc Balapan lewat wild card bersama Yamaha Indonesia
2007-2008 250 cc Naik kelas dan meraih 1 poin pada 2008
Setelah itu Supersport World Championship 12 kali balapan dan mengumpulkan 8 poin
2013 Moto2 Comeback bersama Federal Oil Gresini dan meraih 1 poin

Di kelas 125 cc, Doni sempat kesulitan mengumpulkan poin pada dua musim pertamanya. Namun, ia justru naik ke kelas 250 cc pada 2007 dan tampil di semua seri pada 2008.

Hasil akhirnya, Doni Tata mengakhiri kiprah MotoGP-nya dengan total 1 poin di kelas 250 cc pada 2008. Setelah itu, ia sempat pindah ke Supersport World Championship dan kemudian rehat selama empat tahun sebelum kembali ke Moto2 pada 2013.

Berubah Peran Setelah Tak Lagi Balapan

Selepas menarik diri dari dunia balap, Doni Tata memilih menekuni bisnis. Pada 2016, ia mendirikan usaha properti sekaligus mengelola sirkuit motocross.

Aktivitasnya juga terlihat dari unggahan di Instagram @donitatapradita5, termasuk momen riding bersama komunitas motor besar. Dari sana, Doni tetap menjaga kedekatannya dengan dunia roda dua meski tidak lagi aktif sebagai pembalap.

Perannya kemudian kembali bersentuhan dengan MotoGP dalam bentuk yang berbeda. Pada 2022, Doni dipercaya menjadi Technical Manager Sport Talenta Indonesia (STI) untuk FIM MiniGP Indonesia Series.

Setahun setelahnya, ia juga diberi mandat sebagai Direktur Teknik Mandalika Racing Team pada 2023. Tugas itu membuatnya ikut terlibat dalam upaya membawa pebalap Indonesia naik level hingga ke ajang MotoGP.

Pujian untuk Veda Ega Pratama

Nama Doni Tata kembali ramai dibahas setelah komentarnya tentang Veda Ega Pratama menjadi sorotan. Ia mengapresiasi penampilan Veda di Moto3 dan menilai sang pembalap muda punya modal mental yang kuat.

Menurut Doni, kelebihan Veda terletak pada keberanian, mentalitas, dan kemauan untuk berjuang lebih keras saat balapan. Ia mengatakan, “Kalau saya lihat dari mentalnya, dia sangat percaya diri. Saat balapan berani fight dan punya fighting spirit yang bagus,” seperti dikutip ANTARA pada 26 Maret 2026.

Doni juga menilai pembinaan pembalap di Indonesia sudah lebih terstruktur dibanding sebelumnya. Ia menyebut jalur dari Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, hingga Moto3 membuat rider muda lebih siap saat naik ke level yang lebih tinggi.

Di mata Doni, proses berjenjang itu penting agar pembalap Indonesia tidak kaget ketika masuk ke sirkuit internasional. Dengan jalur pembinaan yang lebih rapi, ia percaya peluang lahirnya rider kuat dari Indonesia juga semakin besar.

Source: www.viva.co.id
Terbaru