Argentina memasuki laga melawan Swiss dengan satu beban besar dan satu peluang besar sekaligus. Bagi Lionel Messi, pertandingan ini bukan hanya soal tiket ke semifinal Piala Dunia 2026, tetapi juga soal menjaga jarak dari Kylian Mbappe dalam persaingan Sepatu Emas.
Laga di Kansas City itu dijadwalkan dimulai pukul 9 malam ET atau pukul 08.00 WIB. Pemenangnya akan menghadapi Inggris atau Norwegia di semifinal, sehingga duel ini menjadi titik penting dalam jalur Argentina menuju final.
Perjalanan Argentina yang tidak semulus dugaan
Juara Dunia 2022 itu memang tetap sampai ke fase ini, tetapi jalannya tidak sepenuhnya mulus. Argentina memimpin Grup J usai mengalahkan Austria, Yordania, dan Aljazair, lalu harus bekerja keras untuk menyingkirkan Tanjung Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu.
Mereka kemudian bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2 pada laga 16 besar yang disebut kontroversial dan memunculkan tuduhan bias wasit. Karena itu, duel kontra Swiss hadir sebagai ujian yang berbeda, terutama karena lawannya dikenal disiplin dan siap menghadapi tekanan.
Swiss datang dengan modal disiplin dan rekor tak terkalahkan
Swiss menjuarai Grup B tanpa kalah, setelah menundukkan Kanada dan Bosnia dan Herzegovina, lalu bermain imbang dengan Qatar. Di fase gugur, mereka menyingkirkan Aljazair 2-0 pada babak 32 besar dan mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti untuk mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam 72 tahun.
Skuad ini tidak memiliki nama-nama sebesar Argentina, tetapi justru ketertiban permainan mereka membuat laga terlihat lebih berbahaya. Dalam turnamen seperti ini, tim yang rapi sering kali menjadi lawan yang sulit dibongkar.
Messi kembali jadi pusat perhatian
Messi tampil menonjol sepanjang turnamen, dan perburuan Sepatu Emas menambah tekanan personal dalam laga ini. Mbappe terus menempel di belakangnya, sementara Swiss bisa menjadi penghalang berikutnya sebelum Argentina berpotensi berjumpa Prancis di partai final.
Karena itu, ekspektasi terhadap Messi sangat tinggi di pertandingan ini. Tidak ada banyak alasan bagi Argentina untuk bermain aman, apalagi mereka di atas kertas dinilai punya peluang besar untuk melangkah lebih jauh.
Rekor pertemuan Argentina vs Swiss
Kedua tim sudah bertemu tujuh kali, dengan Argentina menang lima kali dan dua laga lainnya berakhir imbang. Dalam dua pertemuan Piala Dunia, Argentina selalu unggul, yakni 2-0 pada fase grup 1966 dan 1-0 pada babak 16 besar 2014.
Pertemuan terakhir kedua tim di ajang apa pun terjadi pada 2014, dan hanya tiga pemain yang masih tersisa dari laga tersebut: Messi, kapten Swiss Granit Xhaka, dan bek Ricardo Rodriguez. Fakta itu membuat duel kali ini membawa nuansa lama, tetapi dengan tekanan yang jauh lebih besar.
| Tim | Jalur ke Perempat Final | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Argentina | Juara Grup J, lalu menang 3-2 atas Tanjung Verde dan 3-2 atas Mesir | Messi tampil luar biasa, ada persaingan Sepatu Emas dengan Mbappe |
| Swiss | Juara Grup B, menang atas Kanada, Bosnia dan Herzegovina, Aljazair, dan Kolombia via adu penalti | Lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam 72 tahun |
Prediksi susunan pemain
| Argentina | Formasi | Swiss |
|---|---|---|
| Martinez; Molina, Romero, Lisandro, Tagliafico; parede; De Paul, Enzo, Mac Allister; Messi, Lautaro | 4-1-3-2 | Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Vargas, Rieder, Ndoye; Embolo |
Laga ini tidak hanya menentukan langkah ke semifinal, tetapi juga menguji apakah Argentina bisa menjaga kendali saat menghadapi lawan yang disiplin dan tidak mudah goyah. Di ujungnya, Swiss menawarkan tantangan yang cukup untuk membuat favorit juara tidak bisa bersantai sedikit pun.
