CEK FAKTA: Israel Serang Iran, 50% Wilayah Terdampak Luluh Lantak

Dalam beberapa hari terakhir, informasi yang beredar di media sosial mengklaim bahwa setengah wilayah Israel hangus akibat serangan bom dari Iran. Kabar tersebut viral setelah diunggah oleh akun Facebook dengan nama “Mila Nurarafah” pada 8 Juli 2025. Dalam unggahannya, akun ini menyertakan video dengan narasi yang dramatis tentang pemboman yang terjadi.

Namun, analisis yang lebih mendalam menunjukkan bahwa informasi ini tidak memiliki dasar yang kuat. Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.id menginvestigasi klaim tersebut dengan mencari data di mesin pencari Google menggunakan kata kunci terkait. Hasil pencarian menunjukkan bahwa tidak ada media berita yang melaporkan peristiwa itu, menunjukkan bahwa klaim tersebut mungkin tidak lebih dari sekedar hoaks.

Berdasarkan laporan-laporan terdahulu, ketegangan antara Israel dan Iran memang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, serangan terbaru dari Iran pada 13–22 Juni 2025 menyebabkan kerusakan signifikan pada beberapa situs di Israel termasuk Soroka Medical Center, salah satu rumah sakit terbesar di negara tersebut. Namun, laporan-laporan tersebut tidak menyebutkan bahwa separuh wilayah Israel mengalami kehancuran.

Lebih jauh lagi, dalam mencari konteks asli video yang diunggah oleh akun “Mila Nurarafah”, tim pemeriksa fakta menemukan bahwa video tersebut merupakan kompilasi dari beberapa kejadian yang tidak ada hubungannya dengan klaim serangan Iran pada Israel. Salah satu segmen video diambil dari peristiwa yang terjadi di India, sedangkan bagian lainnya berkaitan dengan serangan Israel terhadap fasilitas minyak di Tehran.

Dalam penelusuran lebih dalam, tim juga menemukan laporan dari Financial Times yang menyatakan bahwa infrastruktur nasional Israel sebagian besar masih utuh dan berfungsi dengan baik. Hal ini semakin menguatkan argumen bahwa klaim setengah wilayah Israel hangus akibat serangan bom Iran tidaklah benar.

Masyarakat di media sosial diingatkan untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkan berita. Kecenderungan untuk terjebak dalam berita hoaks dapat menyebabkan pemahaman yang keliru tentang situasi nyata yang terjadi di lapangan. Penting bagi publik untuk lebih kritis menerima berita, terutama yang menyangkut konflik internasional yang sensitif.

Oleh karena itu, penting untuk menilai berita dari sumber yang kredibel dan terpercaya, serta untuk menganalisis data yang ada dengan teliti. Penting untuk memastikan bahwa informasi yang beredar tidak hanya bermanfaat tetapi juga akurat dan mendidik. Sebuah berita yang tidak terverifikasi dapat memicu ketidakpahaman dan memecah belah masyarakat.

Sesuai dengan perkembangan terkini, ketegangan antara Israel dan Iran masih berlangsung. Namun, klaim yang menyatakan bahwa setengah wilayah Israel telah hangus akibat serangan Iran pada bulan Juli adalah tidak benar dan dapat digolongkan sebagai konten menyesatkan. Dalam konteks tersebut, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak cepat percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Exit mobile version