Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell kembali memuncak, memicu spekulasi tentang siapa yang akan menggantikan Powell ketika masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Meskipun penggantian belum terjadi, beberapa nama kandidat kuat sudah mencuat, mencerminkan pergeseran potensi dalam kebijakan moneter AS. Empat tokoh yang dinilai paling berpeluang untuk mengambil alih jabatan penting ini adalah Kevin Warsh, Kevin Hassett, Christopher Waller, dan Michelle Bowman.
1. Kevin Warsh
Kevin Warsh muncul kembali sebagai kandidat terkuat. Pernah menjabat sebagai gubernur The Fed di bawah Presiden George W. Bush, kini Warsh bekerja sebagai peneliti di Hoover Institution dan pengajar di Stanford Graduate School of Business. Ia dikenal sebagai kritikus tajam terhadap kebijakan The Fed saat ini, berpendapat bahwa lembaga perlu melakukan reformasi struktural agar lebih responsif terhadap dinamika ekonomi saat ini. Menurut bursa prediksi Kalshi, ada 35% probabilitas Warsh akan ditunjuk sebagai ketua The Fed.
2. Kevin Hassett
Kevin Hassett, mantan ketua Dewan Penasihat Ekonomi, adalah kandidat kedua yang semakin diperhitungkan. Saat ini, ia menjabat sebagai direktur Dewan Ekonomi Nasional dan dikenal mendukung pemotongan pajak dan tarif, serta intervensi fiskal untuk pertumbuhan ekonomi. Ia dekat dengan Trump dan memiliki visi untuk transparansi di dalam data ekonomi. Peluang Hassett untuk memimpin The Fed juga berada di angka 35%, sama dengan Warsh.
3. Christopher Waller
Gubernur The Fed saat ini, Christopher Waller, mempunyai peluang sekitar 15% untuk menjadi ketua. Waller, yang dinominasikan oleh Trump pada 2020, mempunyai pandangan yang mendukung pemangkasan suku bunga, meskipun kebijakan tersebut tidak selalu sejalan dengan mayoritas dewan. Beberapa analis menilai dukungan Waller untuk penurunan suku bunga berakar dari ambisi pribadinya untuk menduduki posisi ketua.
4. Michelle Bowman
Michelle Bowman, wakil ketua pengawasan di The Fed, juga masuk dalam daftar kandidat. Dikenal vokal menyuarakan kekhawatirannya tentang pelemahan ekonomi, ia berusaha mendorong kebijakan moneter yang lebih longgar. Meskipun peluangnya lebih kecil dibandingkan kandidat lain, posisinya di dalam struktur The Fed membuat suaranya tetap kedengaran.
Kandidat Lain yang Disebut
Di luar keempat nama tersebut, beberapa kandidat lain juga muncul, seperti Judy Shelton dan David Malpass, meskipun peluang mereka relatif lebih kecil, masing-masing hanya 6% dan 4%. Para analis menyoroti bahwa perubahan mendadak dalam kepemimpinan The Fed, terutama setelah pengunduran diri Gubernur The Fed Adriana Kugler, memberi Trump peluang lebih besar untuk menempatkan orang-orang yang sejalan dengan visinya.
Konflik Trump dan Powell
Perseteruan antara Trump dan Powell telah berlangsung cukup lama. Trump sering menilai kebijakan suku bunga tinggi Powell justru menghambat pertumbuhan ekonomi. Pernyataan kontroversial Trump mengenai Powell, yang ia sebut "knucklehead," menambah ketegangan ini. Dengan melonjaknya ketidakpuasan terhadap kebijakan saat ini, saat ini Trump memberikan sinyal kuat bahwa ia ingin calon yang lebih sesuai dengan prinsip konservatifnya dalam kebijakan moneter.
Dinamika penunjukan ketua The Fed berikutnya dipastikan akan berpengaruh besar pada arah kebijakan ekonomi AS. Hal ini akan menarik untuk diamati, mengingat potensi perubahan signifikan yang bisa diakibatkan oleh sosok yang menduduki jabatan tersebut. Apakah Jerome Powell akan menyelesaikan masa jabatannya hingga 2026 atau akan digantikan lebih awal? Pertanyaan ini menunggu jawaban saat kita memasuki fase baru dalam kebijakan ekonomi AS.
